Zulkifli Diberi Vonis Mati Karena Terbukti Simpan 52 Kg Sabu

47

Beritaindonesuasatu, Medan – Zulkifli (44) warga Jalan Pratiwi, Kecamatan Medan Tembung di hukum mati oleh hakim Saidin Bagariang karena menguasai sabu seberat 52 kg.

“Mengadili, dengan ini menyatakan terdakwa Zulkifli meyakinkan dan bersalah dimata hukum, menghukum terdakwa dengan hukuman mati,” putus Saidin Bagariang diruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis(22/10/2020).

Putusan yang dibacakan oleh hakim Bagariang itu, conform (Putusan sesuai dengan tuntutan) dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nur Hayati Ulfia.

Parahnya lagi, menurut hakim, tak terdapat hal yang dapat meringankan terdakwa.

Yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah, membuat keresahan dimasyarakat, merusak generasi muda. Sedangkan yang meringankan Nihil,” timbang Hakim.

Hakim menilai, Zulkifli telah melanggar pasal 114 ayat (2) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Mendengarkan putusan tersebut, wajah Zulkifli yang jelas terlihat dari telepon genggam JPU terlihat biasa saja.

Namun dari hasil putusan itu, baik JPU dan terdakwa menyatakan sikap pikir-pikir.

Diluar persidangan, Sri Wahyuni, selaku penasihat hukum Zulkifli, menyatakan akan berdiskusi dengan Zulkifli. “Kami masih pikir-pikir, nanti akan saya tanya kepada dia (Zulkifli) terlebih dulu,” katanya.

Dikutip dari dakwaan JPU, Perkara ini bermula pada Selasa(10/12/2019) terdakwa sedang mengendarai becak motor (Betor) menyerahkan dua bungkus kepada Alwi (DPO).

Pada saat terdakwa mengendarai bentor ada Petugas BNN memberhentikan Bentor yang dikendarai terdakwa dan Tim BNN melakukan pemeriksaan dan ditemukan di Jok sabu seberat 2 Kg dan Terdakwa bersama barang bukti langsung diamankan oleh petugas BNN, selanjutnya terdakwa mengaku kalau ada Narkoba lainnya yang disimpan dalam Rumahnya,” terang JPU.

Lebih lanjut, setelah itu tim BNN langsung masuk kedalam rumah dan terdakwa menunjukkan tempat penyimpanan pertama yaitu dibawah tempat tidur berada dibagian tengah rumah ditemukan 20 bungkus Teh China Guanyinwang berisi Shabu.

Selanjutnya Terdakwa dan Tim BNN menuju bagian belakang rumah tepatnya didalam lemari pakaian ditemukan sebanyak 28 bungkus dengan Teh kemasan yang sama total jumlah Narkotika jenis Shabu yang disita dirumah Terdakwa sebanyak 48 bungkus Teh China merek Guanyinwang Total berat Brutto 49.960 gram.

Selain Narkotika Jenis Shabu dari hasil penggeledahan didalam lemari tersebut ditemukan sejumlah uang tunai dalam bentuk tiga tumpukan yang masing-masing diikat karet gelang dengan jumlah total Rp 60 juta.

Jaksa juga menjelaskan, bahwa Arifin (DPO) menelpon terdakwa untuk menawarkan pekerjaan kepada terdakwa untuk menerima dan menyimpan barang kiriman miliknya untuk sementara dan Arifin (DPO) belum menyebutkan barang kiriman yang dimaksud adalah Narkotika.

“Terdakwa menerima tawaran Aripin (DPO) disebabkan sangat butuh uang karena terlilit utang, yang saat itu Terdakwa bercerita masalah ekonomi kepada Arifin,” pungkas Jaksa. (trb/bas)