Warga Terkejut, Iuran Air Tirtanadi Meledak Hingga Rp 4 Juta

102

Beritaindonesiasatu.com, Medan – Warga kota Medan mendatangi kantor Ombudsman RI Perwakilan Sumut, mereka mengadukan kasus membengkaknya tagihan air bersih PDAM Tirtandi. Jumat (12/3/2021)

Menurut warga Kelurahan Tanjunggusta, Kecamatan Medan Helvetia mereka terkejut saat melihat tagihan airnya tembus sampai Rp 4,2 juta.

Padahal menurut mereka biasanya tagihan normalnya itu hanya Rp 200 ribu setiap bulan. Namun mulai dari bulan Desember 2020 kemarin, tagihannya pelan-pelan naik.

Mereka juga mengatakan, awalnya tagihan air naik menjadi Rp 460 ribu. Kemudian, memasuki bulan Januari 2021, tagihan air di rumah Ezzy menjadi Rp 467 ribu. Selanjutnya, di bulan Februari 2021, tagihan menjadi Rp 528 ribu.

” Memasuki bulan Maret 2021, tagihan melonjak drastis hingga Rp4.236.000 Ujar Ezy warga Helvetia

Padahal menurut mereka aliran air sering mati yakni Jam dua (02.00 WIB) pagi hidup. Kemudian jam tujuh (07.00 WIB) sudah mati lagi

Selanjutnya siang azan Zuhu, pukul 12.45 WIB, air kembali mengalir. Namun hanya setengah jam saja. Hidup lagi jelang Maghrib Setelah itu satu jam kemudian mati lagi. Selain sering mati, kualitas air juga tidak bersih.

Pihak Ombudsman RI Perwakilan Sumut, James Marihot Panggabean mengatakan bahwa keluhan soal tarif air bukan kali ini saja terjadi.

Ombudsman telah mendengar informasi dari teman di beberapa media, bahwa persoalan ketidakwajaran kenaikan harga PAM (tarif air) ini tidak dirasakan oleh satu orang saja.

Jadi ada warga-warga lain yang juga merasakan yang sama kenaikan tagihan yang melonjak tinggi tanpa ada koordinasi ke masyarakat,” kata James.

Dia pun meminta kepada semua pelanggan PDAM Tirtanadi yang merasakan hal serupa, bisa membuat kronologis lengkapnya. Nanti Ombudsman RI Perwakilan Sumut akan memanggil Dirut PDAM Tirtanadi untuk mengklarifikasi masalah ini.

Sementara Kadiv Humas PDAM Tirtanadi Sumut, Humakar Ritonga mengatakan pihaknya tidak ada menaikkan tarif air.

Dia mengatakan, kalaupun ada pelanggan yang tarif airnya tiba-tiba saja melonjak, kemungkinan karena ada perubahan pencatatan.

Menurutnya bukan kenaikan, namun adanya program baru pencatatan melalui android, melalui HP. Jadi selama inikan dia manual, langsung ke lokasi ke lapangan. Jadi ini setelah rekening bulan Maret, pencatatan Februari itu melalui Android. Mungkin di situ terjadi lonjakan.

Humakar juga mengatakan kenaikan tersebut tidak akan menjadi masalah jika pelanggan datang ke PDAM Tirtanadi meminta permohonan pengurangan.(bas)