Viral Mandi Ramai-Ramai di Kolam Waterpark, Gubernur minta Waterpark Ditutup

74

Beritaindonesiasatu, Medan – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi heran melihat masyarakat yang tidak mau menerapkan kedisiplinan hidup, yaitu menjalankan protokol kesehatan dengan cara mengenakan masker, mengatur jarak antar sesama dan rutin mencuci tangan.

Perihal ini dikatakannya, setelah mengetahui adanya kerumunan orang di taman rekreasi air (Water Park) Hairos, Jalan Jamin Ginting. Menurutnya, apa yang tejadi ini sudah menyalahi aturan protokol kesehatan.

Edy Rahmayadi sudah memerintahkan jajaran untuk menutup sementara Hairos Water Park tersebut, untuk mencegah penambah jumlah kasus positif Covid-19.

“Jangan seperti itu, ada kolam renang dan beramai-ramai di sana. Kita minta penutupan Water Park itu,” ucap, usai mengikuti upacara Kesaktian Pancasila secara daring, di Rumah Dinas, Jalan Sudirman, Kota Medan, Kamis (1/10/2020).

Dilansir tribun Mantan Pangkostrad ini mengatakan, bagaimana wabah ini bisa teratasi, jikalau masyarakat tidak mau mengikuti anjuran dan aturan yang sudah diterapkan pemerintah.

Menurutnya, beberapa waktu lalu seluruh belah pihak sudah menyepakati akan hidup disiplin untuk mencegah penyebaran virus. Karena adanya keputusan tersebut, maka diambil kebijakan untuk tidak sekalipun menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumut.

“Kita sudah putuskan harus disiplin Protokol Kesehatan. Kita tidak melakukan PSBB, kita sudah sepakat untuk taat Protokol Kesehatan,” ucapnya.

Kemudian, Edy berharap ke depan masyarakat dapat mengikuti imbauan dari pemerintah demi keberlangsungan hidup bersama.

Saat ini, dikatakannya, hanya protokol kesehatan yang mampu menyelamatkan nyawa, lantaran belum ditemukannya vaksin. (trb/bas)