Viral Ajakan Pelajar Tak Ikut Demo Penolakan Omnibus Law di Banyuwangi

109

Beritaindonesiasatu, Banyuwangi – Setelah viral ajakan pelajar untuk turun dalam aksi demo menolak Omnibus Law, kini muncul poster dan video viral pelajar untuk tidak turun aksi yang rencananya digelar Senin (12/10).

Video viral itu muncul dari pelajar SMK 17 Agustus 1945 Cluring, Banyuwangi. Melalui video viral itu, beberapa siswa mengajak pelajar lain untuk tidak terlibat dalam aksi demo menolak Omnibus Law.

“Kami minta agar pelajar tidak ikut dalam aksi demo yang digelar besok. Tugas kita sebagai pelajar saat ini hendaknya hanya belajar menuntut ilmu,” ujar siswa dalam video yang dilihat detikcom, Minggu (11/10/2020).

Dalam video itu, para siswa juga mengingatkan pelajar lain agar tak termakan hoaks ajakan untuk turun langsung dalam aksi yang bakal digelar di depan gedung DPRD Banyuwangi.

“Mari kita jangan sampai termakan hoaks isu ajakan turun ke jalan. Mari kita tingkatkan prestasi untuk diri kita dan menjunjung tinggi nama sekolah kita,” tambahnya.

Sementara itu, koordinator aksi demo dari Universitas Bakti Indonesia (UBI) Abidin mengatakan pihaknya berkomitmen untuk tidak mengajak pelajar dalam aksi yang digelar besok. Selain itu, pihaknya meminta kepada mahasiswa yang akan turun ke jalan untuk tidak berbuat anarki seperti yang terjadi di daerah lain.

“Kami komitmen tidak mengajak pelajar dalam aksi turun ke jalan. Kami juga ingatkan kepada rekan-rekan mahasiswa untuk tidak bertindak anarkis merusak fasilitas umum,” tambahnya.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin menyambut baik ajakan pelajar tak ikut turun dalam aksi demo menolak pengesahan UU tersebut.

“Tentunya kita tidak ingin pelajar turun ke jalan. Selain masih belum cukup umur, kami berharap pelajar tak termakan hoaks,” kata Arman.

Dalam mengantisipasi keterlibatan para pelajar, Arman juga telah memberikan imbauan kepada pelajar melalui Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Banyuwangi. Pihaknya juga masih melakukan penyelidikan mengenai siapa yang menyebarkan poster ajakan itu.

“Kami juga melakukan imbauan kepada wali murid, para guru dan kepala sekolah untuk tidak mengizinkan anaknya yang masih pelajar ikut serta dalam aksi demo penolakan Omnibus Law,” jelas mantan Kapolres Probolinggo ini.

“Tentunya kita tidak ingin pelajar turun ke jalan. Selain masih belum cukup umur, kami berharap pelajar tak termakan hoaks,” kata Arman.

Dalam mengantisipasi keterlibatan para pelajar, Arman juga telah memberikan imbauan kepada pelajar melalui Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Banyuwangi. Pihaknya juga masih melakukan penyelidikan mengenai siapa yang menyebarkan poster ajakan itu.

“Kami juga melakukan imbauan kepada wali murid, para guru dan kepala sekolah untuk tidak mengizinkan anaknya yang masih pelajar ikut serta dalam aksi demo penolakan Omnibus Law,” jelas mantan Kapolres Probolinggo ini.

Arman mengaku keterlibatan anak di bawah umur dalam kegiatan demonstrasi dilarang sesuai dengan pasal 87 UU 23 tahun 2002. Sehingga bagi masyarakat yang mengajak anak di bawah umur akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku. Tidak hanya itu, saat ini polisi juga gencar melakukan antisipasi penyebaran COVID-19.

“Tentu, kepolisian akan melakukan tindakan bagi siapa pun yang akan melibatkan anak di bawah umur khususnya pelajar dalam aksi unjuk rasa,” pungkasnya.

Sementara itu, aparat kepolisian sudah menyiapkan personel pengamanan aksi demo penolakan Omnibus Law di Banyuwangi.

Dilansir detik Selain personel kepolisian, pengamanan juga diperkuat oleh satuan Brimob Polda Jatim. Tak hanya itu, pengamanan dari TNI dan Satpol PP juga dikerahkan untuk pengamanan ini.(dtc/bas)