UMKM Kecewa Belum Terima Bantuan Presiden

88

Beritaindonesiasatu, Medan – Tak sedikit pelaku usaha UMKM yang kesulitan untuk memperoleh modal usaha, apalagi saat kondisi ekonomi sedang lesu di tengah pandemi Covid-19.

Pasalnya, pemerintah memberikan Bantuan Presiden atau Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp 2,4 juta. Program ini disalurkan melalui beberapa bank, satu diantaranya Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Ketua Asosiasi UMKM Sumatera Utara (Sumut), Ujiana Sianturi atau kerab disapa Ana mengatakan memang beberapa UMKM sudah menerima BPUM, namun beberapa UMKM lainnya tak kunjung menerima bantuan tersebut.

“Di lapangan banyak masalah misalnya UMKM sudah dapat sms dana sebanyak Rp 2,4 juta tetapi ketika menghubungi bank yang terkait perihal sms, pihak bank bilang terblokir,” ujar Ana kepada Tribun-Medan.com, Senin (12/10/2020).

Diakuinya, sejumlah UMKM tersebut merasa kecewa dan binggung atas terblokirnya dana tersebut.

“Apalagi untuk bantuan ini kenapa lagi harus ribet. Tetapi itu pun sampai akhir tahun ini kami juga masih tetap melakukan pendataan para UMKM dan kami lanjutkan ke dinas koperasi. Data data itu semua sinergi dari kabupaten, sampai kota dan akan kita ajukan. Jangan patah semangat mari kita tetap ajukan,” ungkapnya.

Ia berharap agar pemerintah daerah baik tingkat kabupaten, provinsi bahkan pusat memperlakukan UMKM dengan lebih baik lagi kedepannya. “Kalau bisa bantuan yang diberikan tanpa banyak syarat lagi,” ujarnya.

Sementara itu, pelaku UMKM di Deliserdang, Muhammad Hidayat juga mendapat SMS terkait bantuan dana tersebut.

“Kami ada pengajuan dana bantuan presiden untuk UMKM wedang jahe di Deliserdang. Sudah pun masuk SMS banking BRI transferannya, tapi waktu dicek di saldo zonk. Terus waktu ditanya ke BRI katanya mau disurvei ke rumah dalam dua hari. Sudah hampir seminggu tak juga datang orang banknya,” ucapnya.

Dilansir tribun dalam kesempatan berbeda, Pimpinan Wilayah BRI Medan, I Made Suka mengatakan nasabah yang berhak mendapatkan Bantuan bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) dari Pemerintah Indonesia berupa saldo simpanan terblokir sebesar Rp 2,4 juta dan akan disalurkan melalui rekening simpanan nasabah tersebut.

“Kami minta team kami untuk proaktif agar mengedukasi para penerima bantuan, untuk melengkapi dan menandatangani formulir Surat Pernyataan dan Kuasa Penerima BPUM dan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak terlampir disertakan foto yang bersangkutan dengan memegang kedua surat tersebut, foto buku tabungan BRI dan foto identitas yang bersangkutan,” katanya. (tnc/bas)