Truk Masuk Jurang di Toba, Polisi Kerahkan Eskavator Evakuasi

30

Beritaindonesiasatu, Balige – Truk pengangkut batu kapur terlihat terperosok di jurang Desa Gurgur Aek Raja, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba pada hari ini, Rabu (24/2/2021).

Sontak masyarakat sambangi lokasi tersebut. Ada sebagian warga yang memilih ke dalam jurang dan ada juga memilih memandang dari atas atau pinggiran jalan.

Sebuah eskavator datang untuk membantu mengevakuasi truk yang terperosok di dalam jurang.

Secara perlahan, eskavator mengevakuasi badan truk dan setelah dievakuasi, kepala truk masih tertinggal akibat tumpukan batu di bak truk tersebut.

Truk yang sepuluh roda ini memiliki panjang 10 meter tersebut berhasil dievakuasi, namun pihak petugas yang tengah berada di lokasi harus memastikan apakah sopir truk terjepit di dalam mobil atau tidak.

Saat badan truk ditarik dari jurang, spontan masyarakat sekitar bersorak, “ada darah”. Memang bercak merah terlihat jelas di bagian kaca depan mobil yang telah remuk.

Banyak warga masih tetap berada di lokasi walau hujan deras turun.
Setelah beberapa jam evakuasi truk, kepala truk masih berada di lokasi tersebut.

Sebuah rantai besar kemudian dijulurkan dan diikatkan pada kepala truk agar segera bisa dipastikan kondisi sopir yang diduga masih berada di dalam kepala mobil.

Pihak petugas kasih berada di lokasi baik untuk membantu evakuasi sekaligus mengatur lalu lintas agar evakuasi bisa berjalan dengan baik.

Ibu sopir truk spontan terlihat di lokasi dan mearung-raung sambil melihat lokasi truk terperosok. Spontan, masyarakat langsung mengarahkan ibunda sopir tersebut ke sebuah warung agar lebih tenang.

“Bu, jangan ke sini dulu. Kita masih dalam pencarian, kita masih berusaha bu. Nanti, ibu terus kepikiran. Ini belum pasti apakah sopirnya masih di sana. Ayo, bu. Kita ke warung sana saja,” ungkap seorang pemuda kepada Nurhaidah Damanik.

Orang tua sopir Keman Wijaya (64) Desa Nagori Bandar Tonga, Kecamatan Bandar Uluan, Kabupaten Simalungun kini bersama istrinya Nurhaidah Damanik (56) sedang menanti kondisi terkini putra pertamanya.

“Aku enggak tahu gimana ini, moga mogalah cepat dapat ya. Dia itu anak yang baik, turut sama orang tuanya. Dia sudah punya anak dua. Saat dengar kabar, menantuku enggak sanggup mendengar berita itu,” ujar Keman Wijaya saat disambangi di sebuah warung dekat lokasi kejadian pada Rabu (24/2/2021).

Kondisi kedua orang tua sopir itu pun masih dalam keadaan lemas dan meraung-raung di sebuah warung yang berjarak 50 meter dari lokasi kejadian.

“Dimana kau, Nak. Dimana kau,” ujar Nurhaidah Damanik sambil usap air mata.

Pencarian sopir truk masih terus berlangsung. Sebagian masyarakat yang tengah melintas pun langsung parkir kan kendaraan dan langsung melihat kondisi tersebut.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum bisa memberikan, namum pihaknya sudah berada di lokasi.(trb/bas)