Tolak KLB Pagi ini Massa AHY Merapat ke DPP Proklamasi

29

Beritaindonesiasatu.com Jakarta – Massa kader Partai Demokrat (PD) mulai memadati depan kantor Gedung DPP PD di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat. Rencananya mereka akan mengawal rombongan Demokrat beserta Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY untuk bergerak ke Kemenkumham.

Dilokasi pukul 09.40 WIB, Senin (8/3/2021) sekitar ratusan kader sudah ramai memadati di depan kantor DPP PD. Mereka menggunakan kendaraan motor hingga bus yang sudah terparkir.

Salah satu perwakilan kader itu sembari melakukan orasi di atas mobil. Salah satu perwakilan kader itu mendukung tujuan dari AHY dalam menepis kubu sebelah yang dianggap akan mengakuisisi Partai Demokrat.

Terlihat petugas polisi bersiaga di lokasi untuk mengamankan massa kader. Lalu lintas (lalin) di Jalan Proklamasi juga terpantau ramai lancar.

Hingga saat ini, massa kader tersebut masih menunggu keberangkatan rombongan AHY ke Kemenkumham. Motor-motor para kader itu dikaitkan dengan bendera Partai Demokrat.

Diberitakan sebelumnya, AHY serta jajaran pengurus tingkat daerah akan menyambangi Kemenkumham pagi ini. AHY ingin menegaskan keabsahan Partai Demokrat yang dipimpinnya setelah ada gelaran yang diklaim sebagai kongres luar biasa atau KLB.

“Sebagai tindak lanjut atas langkah-langkah hukum dan administrasi yang ditempuh, pagi ini dipimpin langsung oleh Mas Ketum AHY dan didampingi 34 Ketua DPD Partai Demokrat se-Indonesia serta ratusan pengurus DPP PD akan mendatangi Kementerian Hukum dan HAM untuk menegaskan legalitas dan keabsahan para Ketua DPD dan Ketua DPC kabupaten/kotanya masing-masing,” kata Sekretaris Bappilu Demokrat Kamhar Lakumani dalam keterangannya, Senin (8/3).

“Ini tentunya untuk mematahkan klaim kubu KLB abal-abal yang katanya mendapatkan dukungan ketua-ketua DPD provinsi dan ketua-ketua DPC kabupaten/kota sebagai pemilik hak suara dalam kongres Partai Demokrat,” ucap Kamhar.Kamhar menyatakan AHY ingin menepis klaim KLB yang dia sebut bodong itu. KLB yang dimaksud ialah klaim KLB Demokrat di Deli Serdang, ketika Kepala KSP Moeldoko terpilih menjadi ketua umum.(dtc/bas)