Tim DVI Sudah Terima 56 Kantong Jenazah Korban Kecelakaan Sriwijaya

49

Beritaindonesiasatu, Jakarta – Tim DVI RS Porli telah menerima 56 kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute penerbangan Jakarta-Pontianak. Selasa (12/1/2021)

Pesawat itu diperkirakan jatuh di sekitar perairan pulau Laki dan pulau Lancang Kepulauan Seribu, sekitar pukul 14.39 WIB, Sabtu kemarin (9/1).

Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, dari jumlah kantong jenazah yang diterima.

“Kami telah menerima 56 kantong jenazah dan juga 8 kantong properti. Ini telah dilakukan kegiatan-kegiatan, baik di ante mortem, maupun rekan-rekan yang ada di post mortem,” kata Rusdi di Jakarta.

Selain itu, tim DVI juga sudah menerima 58 sampel DNA dari keluarga korban. Ini diperlukan untuk mengidentifikasi jenazah korban. Nantinya, apabila data-data tersebut sudah dianggap lengkap. Tim DVI langsung melakukan pencocokan antara data yang ada ante mortem maupun post mortem.

“Sehingga akan teridentifikasi korban-korban dari kecelakaan Sriwijaya tersebut,” tambahnya.

Pesawat Sriwijaya Air bernomor register PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.(mrdk/bas)