Ternyata Pinangki Ngaku Minta Dikenalkan ke Djoko Tjandra karena Penasaran

63

Beritaindonesiasatu, Jakarta – Saksi bernama Rahmat menyebut Pinangki Sirna Malasari meminta untuk dikenalkan dengan Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra. Pinangki mengaku meminta kenalan saat itu karena penasaran dengan sosok Djoko Tjandra.

“Rahmat cerita kenal Djoko Tjandra dan Rahmat cerita Djoko Tjandra VVIP dan saya minta dipertemukan Djoko Tjandra saya penasaran, apa benar, ‘coba bawa ke saya’. Dari awal saksi mengatakan kenal Djoko Tjandra,” ujar Pinangki dalam sidang di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Senin (9/11/20202).

Pinangki mengaku awalnya tidak percaya dengan ucapan Rahmat yang mengaku kenal dengan Djoko Tjandra. Bermodalkan penasaran, dia mengaku meminta Rahmat mengenalkan Djoko Tjandra

“Itu kata-kata saya dari awal karena kan tidak mungkin Djoko Tjandra legenda buron yang tidak bisa disentuh sejak saya dari junior,” katanya.

Selain itu, Pinangki juga menyebut Rahmat menunjukkan foto Djoko Tjandra. Hal itulah yang semakin membuat Pinangki ingin bertemu dengan Djoko Tjandra.

Sebelumnya, Rahmat di persidangan menceritakan awal mula dia mengenalkan Pinangki ke Djoko Tjandra. Rahmat mengaku membantu keduanya untuk bertemu.

Awalnya, Rahmat bertemu Pinangki di Kejaksaan Agung (Kejagung) saat membahas kerja sama perusahaan Rahmat yang bernaung di bidang CCTV IT dan Robotic dengan Kejagung. Singkat cerita, Rahmat dan Pinangki mulai akrab dan kerap bertemu di luar pekerjaan.

Setelah itu, Pinangki mulai meminta Rahmat mengenalkan dengan Djoko Tjandra. Rahmat menyebut dirinya sudah lebih dulu mengenal Djoko Tjandra dibanding Pinangki, pertemuan Rahmat dan Djoko Tjandra terjadi pada 2018.

“Rahmat kenalin saya dong dengan Djoko Tjandra saya mau bisnis, (Rahmat jawab-red) saya konfirmasi dulu 2 atau 3 hari saya kirim nomor telepon Bu Pinangki ke Djoko Tjandra, lalu Djoko Tjandra bilang ke saya ‘tanggal 12 boleh ketemu di Malaysia’,” kata Rahmat dalam sidang.

Dalam sidang ini, Pinangki duduk sebagai terdakwa. Pinangki didakwa menerima suap USD 500 ribu dari USD 1 juta yang dijanjikan oleh Djoko Tjandra. Uang suap itu diterima Pinangki untuk mengurus fatwa Mahkamah Agung (MA) melalui Kejaksaan Agung (Kejagung) agar pidana penjara yang dijatuhkan pada Djoko Tjandra berdasarkan putusan PK (Peninjauan Kembali) Nomor 12 Tanggal 11 Juni 2009 tidak bisa dieksekusi sehingga Djoko Tjandra bisa kembali ke Indonesia tanpa harus menjalani hukuman pidana.

Putusan PK itu berkaitan dengan perkara pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali. Saat itu Pinangki menjabat sebagai jaksa di Kejagung.

Pinangki juga didakwa melakukan TPPU dengan membeli kebutuhan pribadi. Selain itu, dia juga didakwa melakukan pemufakatan jahat terkait pengurusan fatwa MA.(dtc/bas)