Ternak Lebah Madu Klenceng Cukup Menjanjikan Dimasa Pandemi COVID-19

65

Beritaindonesiasatu, Madina  – Masa pandemi Covid-19 membuat warga mencari jalan allternatif untuk mencari pendapatan baru, di Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara sejumlah warga berhasil beternak lebah Tetragonula SP atau lebih dikenal dengan Klanceng.

Jenis lebah berukuran kecil ini dapat diproduksi menjadi madu, peluangnya cukup baik dan diminati warga saat di jual di pasar. Dengan bermodalkan halaman kecil dan bambu Sarwedi warga Madina ini mampu mendapatkan pengahasilan baru.

Lebah lebah kecil tersebut di budidayakan dalam bambu sebagai sarang, dan harus dijaga dari suhu panas dan semut.

“Tiga bulan empat bulan sudah bisa dijual, dan lumayan juga warga di pasar mau membelinya,  biasanya Rp400 satu liter, pembeli bisa juga mendapatkan satu sarang bambu berisi lebah dengan harga Rp65 ribu,” ujar Sarwedi pembudidaya lebah.

Menurutnya selain madu, telur telur lebah juga dapat di jual bagi warga yang ingin membudidayakan lebah kecil ini.

Awalnya Sarwedi mendapatkan lebah madu klanceng ini dari hutan, dia mengambil indukan dan telur lebah, kemudian dipindahkan dalam puluhan kotak kecil yang ia ciptakan.

Dalam kotak- kotak kecil inilah indukan dan telur lebah madu klanceng berproduksi dan menghasilkan madu.  Setiap sarang lebah madu Klanceng dapat menghasilkan 300 hingga 700 mililiter tergantung usia lebah madu klanceng tersebut.

Kini Sarwedi memaksimalkan hasil ternak lebah madu Klanceng miliknya dengan menanam berbagai jenis bunga didekat peternakan lebah miliknya. Dan ini diyakini dapat menambah hasil produksi madu dari lebah Klanceng.

Tidak hanya madu dari lebah Klanceng yang laku dipasaran, untuk indukan dan telur lebah madu juga laku dijual dengan harga Rp 40-70 per log bambunya. (bas)