Terlibat Kasus Narkoba, Anggota DPRD Labura Dipecat

95

Beritaindonesiasatu, Medan – Anggota DPRD Labura Pebrianto Gultom (30) dari Fraksi Hanura yang ditangkap Satres Narkoba Polrestabes Medan usai pesta narkoba di Medan terancam diganti dalam sistem Pergantian Antar Waktu (PAW).

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Provinsi Sumatera Utara Kodrat Shah kepada tribunmedan.id, Senin (30/11/2020).

“Benar itu anggota DPRD Hanura. Saya sudah perintahkan DPC Hanura Labura untuk proses PAW,” tegasnya.

PAW dilakukan atas usulan partai politik (parpol), atau istilah kerennya adalah recall, yang berarti proses penarikan kembali atau penggantian anggota dewan oleh induk organisasinya (parpol).

PAW sendiri diatur dalam Pasal 85 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR, DPD dan DPRD serta Pasal 8 huruf g Undang-Undang Nomor 31 tahun 2002 tentang Partai Politik.

Sebelumnya, Wakapolrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji didampingi Kasat Narkoba Polrestabes Medan Kompol Doly Nelson Nainggolan dalam temu pers di Polrestabes Medan, Sabtu (28/11/2020) menyebutkan, tersangka Pebrianto Gultom diamankan di Jalan Iskandar Muda Medan sedang pesta narkoba.

Ia ditangkap bersama dua tersangka lainnya, JL (27) warga Perumahan Flamboyan Aek Kanopan Kuala Hulu Labuhan Batu dan perempuan berinisial LR (22) warga Jalan Sempurna Ujung Medan Denai.

“Tersangka PG diamankan atas keterlibatan penyalahgunaan narkotika jenis pil ekstasi bersama dua rekannya JL dan LR,” terang Wakapolrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji.

Anggota DPRD Labura tersebut sehari-hari tinggal di Perumahan Tanjung Sari Desa Tanjung Mangendar, Dusun Teluk Katung, Kecamatan Kuala Hilir, Kabupaten Labuhan Batu.

“Saat melintas di Jalan Iskandar Muda Medan, petugas mencurigai satu unit mobil jenis Toyota Avanza BK 1124 IY yang terparkir di depan sebuah minimarket. Dari mobil tersebut petugas menemukan ketiga tersangka yang kemudian dilakukan pemeriksaan dan penggeledehan,” sebut AKBP Irsan Sinuhaji.(trb/bas)