Tangani COVID-19, Polda Metro Minta Polres-Polres Bangun Kampung Tangguh

58

Beritaindonesiasatu, Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran meminta jajaran polres membangun ‘Kampung Tangguh’ untuk menangani COVID-19. Fadil Imran meminta agar Kampung Tangguh didirikan di titik-titik episentrum.

“Saya sudah memerintahkan kapolres untuk segera mendirikan Kampung Tangguh di titik-titik episentrum di setiap kelurahan dan RW. Mudah-mudahan COVID-nya bisa kita tangani, kemudian dampak sosial dan ekonomi bisa kita eliminasi dan sekaligus situasi kamtibmas bisa semakin kondusif,” ujar Fadil Imran kepada wartawan di Polres Jakarta Utara, Jl Yos Sudarso, Jakarta Utara, Jumat (27/11/2020).

Lebih lanjut Fadil Imran mengungkap kunjungannya ke Polres Metro Jakarta Utara. Fadil mengatakan kunjungannya ke Polres Jakarta Utara untuk mengetahui sejauh mana penanganan Polres Jakarta Utara dalam permasalahan terkait COVID-19.

“Saya datang ke Polres Jakarta Utara untuk melakukan pengecekan sejauh mana tugas-tugas rutin dikerjakan, khususnya terkait COVID-19. Saya ingin melihat data pengamanan, masyarakat yang terkonfirmasi COVID,” imbuh mantan Kapolda Jawa Timur ini.

Fadil Imran mengatakan akan terus berkeliling untuk memotivasi aparat keamanan terkait COVID.

“Saya akan terus berkeliling ke polres, polsek, untuk memberi motivasi agar penanganan COVID dalam rangka mendukung pemda,” jelasnya.

Kampung Tangguh menjadi salah satu program prioritas Kapolda Metro Jaya dalam menangani COVID-19. Dalam pelaksanaannya, Polda Metro Jaya akan berkolaborasi dengan pemda dan elemen masyarakat.

Seperti apa Kampung Tangguh ini? Simak di halaman selanjutnya.

“Itu adalah proyek kolaboratif di mana di dalamnya kolaborasi antara pemerintah daerah, Forkopimda, kemudian masyarakat, dan semua segenap elemen yang ada. PT, wartawan juga di dalamnya, kemudian LSM, ormas, semua kita ajak untuk ikut bersama,” ujar Fadil Imran di gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (26/11/2020).

Ia mengatakan Kampung Tangguh akan didirikan hingga ke tingkat RW, terutama yang menjadi episentrum penyebaran COVID-19. Dengan adanya Kampung Tangguh ini, pihak kepolisian akan mengelola dampak sosial-ekonomi dari COVID-19.

“Per RW. Di mana ada episentrum di situ, target pertamanya adalah, satu, bagaimana kita menghadapi COVID. Kedua, bagaimana kita mengelola dampak sosial-ekonominya. Kalau dia menggunakan konsep Kampung Tangguh, dia akan lebih bisa dipertanggungjawabkan karena melibatkan warga. Dia tahu betul siapa di situ yang terdampak, siapa yang perlu bantuan sehingga penyaluran bansos BLT bisa maksimal,” tuturnya.

Kampung Tangguh juga akan mengoptimalkan keamanan masyarakat yang bebas narkoba hingga radikalisme.

“Ketiga, kita bisa mengoptimalkan agar wilayah itu menjadi aman. Bebas narkoba, bebas hoax, bebas radikalisme, intoleransi, dan sebagainya. Insyaallah nanti akan berjalan, saya yakin bisa berjalan dengan baik,” tandas Fadil Imran.(dtc/bas)