Survei, Banyak Pekerja akan Beralih Profesi Dimasa Pandemi

69

Beritaindonesiasatu.com, Jakarta – Banyak orang ingin berganti pekerjaan di masa pandemi Covid-19 ini. Laporan Securing the Future of Work Kaspersky menemukan sebanyak 35 persen karyawan berpikir untuk beralih ke pekerjaan baru dalam waktu 12 bulan ke depan.

Survei ini dilakukan kepada lebih dari 8.000 karyawan di Brazil, Belgia, Cina, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Luksemburg, Malaysia, Meksiko, Belanda, Rusia, Spanyol, Afrika Selatan, Turki, UEA, Inggris, dan AS pada Oktober 2020. Namun, ada yang memilih untuk tetap bertahan di posisi saat ini (48 persen).

Terlepas dari pilihan mana pun, motivasi terbesar mencoba pekerjaan baru adalah untuk mendapatkan upah yang lebih baik (49 persen), menyeimbangkan kehidupan pribadi dan pekerjaan (41 persen), adalah alasan paling banyak dari para responden.

Sergey Martsynkyan, kepala B2B Product Marketing Kaspersky, mengatakan pandemi telah membuka peluang untuk menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga serta mengejar minat dan hobi pribadi. Para karyawan mungkin ingin memperoleh kesempatan berharga ini untuk kehidupan.

“Di tengah lockdown dan kerja jarak jauh, mereka juga memiliki lebih banyak waktu untuk merenungkan karir masa depan serta meningkatkan keterampilan atau mempelajari sesuatu yang baru,” ujarnya.

Setelah upah dan kenyamanan pribadi, mendapatkan peran yang lebih berharga dan bermakna dalam bekerja adalah alasan terpenting ketiga yang diberikan responden (35 persen). Situasi pada 2020 mungkin telah menyebabkan karyawan memikirkan kembali pekerjaan dan menyadari nilai waktu dan bagaimana cara memanfaatkannya dengan baik.

Dengan memikirkan kembali minat dan kemampuan, orang akan mampu menciptakan realitas kerja yang baru, baik itu berganti pekerjaan atau tetap dalam peran saat ini. Mereka akan berusaha keras untuk mempertahankan manfaat kerja jarak jauh dan pengaturan yang lebih nyaman.

“Namun, untuk mencapai hal tersebut, karyawan perlu menerapkan sikap yang tepat, belajar menjadi fleksibel, dan bekerja lebih cerdas. Dan tentu saja, mereka perlu mengatur lingkungan kerja dan bertanggung jawab atas keandalan dan keamanan. Bagaimana pun, ini bahkan bisa menjadi keunggulan kompetitif di mata para perekrut,” tuturnya.(tmp/bas)