Soal AHY, Jokowi Tegur Moeldoko

57

Beritaindonesiasatu, Jakarta – Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief menyebut Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko ditegur Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena

Andi mengapresiasi langkah Jokowi itu. Dia berharap Moeldoko tidak lagi mengusik partai berlogo mercy itu.

“KSP Moeldoko sudah ditegur Pak Jokowi. Mudah-mudahan tidak mengulangi perbuatan tercela terhadap Partai Demokrat,” kata Andi lewat akun Twitter @Andiarief__ pada Jumat (5/2).

Dalam cuitan itu, Andi juga mencibir kader senior Demokrat yang mendukung Moeldoko. Dia menyindir para senior itu sebagai sisa feodalisme.

“Buat beberapa senior partai yang kecewa dan kurang legowo dipimpin generasi muda (AHY), kami maklumi. Itu sisa-sisa feodalisme, tugas partai untuk mendidik,” ujarnya.

CNNIndonesia.com telah coba meminta respons ke Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman. Fadjroel mengaku tak tahu soal teguran Jokowi ke Moeldoko.

“Kami tidak mendapatkan informasi tentang hal tersebut,” ucap Fadjroel lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (5/2).

CNNIndonesia.com juga coba menghubungi Kepala Setpres Heru Budi Hartono dan Moeldoko. Namun, hingga berita ini tayang, keduanya belum memberikan keterangan.

Sebelumnya, Moeldoko terseret kasus kudeta di Partai Demokrat. Hal itu awalnya diungkap oleh Ketua Umum Partai Demokrat AHY.

AHY menyebut ada orang dekat Presiden Jokowi yang ingin mengambil alih Demokrat lewat Kongres Luar Biasa. AHY mengirim surat ke Jokowi untuk meminta klarifikasi soal hal tersebut.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyebut Moeldoko ingin menjadikan Demokrat sebagai kendaraan di 2024. Moeldoko disebut siap membayar para pimpinan daerah Demokrat untuk menggelar KLB.

Namun, klaim-klaim Demokrat dibantah Moeldoko. Dia menyebut hanya ngopi-ngopi saat bertemu dengan para kader Demokrat. Moeldoko mengaku tak ada niat mencampuri urusan internal partai.

“Orang ngopi-ngopi kok, masa lapor presiden? Yang enggak-enggak aja,” tutur Moeldoko.(cnn/bas)