Senjata Pasokan Oknum Brimob ke KKB Papua Ilegal

47

Beritaindonesiasatu, Jakarta— Mabes Polri mengatakan bahwa senjata yang diselundupkan oleh anggota Brigade Mobil (Brimob) berinisial Bripka JH ke kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua, tak memiliki surat izin alias ilegal.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono menyatakan senjata tersebut tidak teregister dalam basis data senjata kepolisian.

“Sementara ini yang kami dapatkan informasi, senjata ilegal, bukan senjata organik atau dinas,” kata Awi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (27/10).

Menurutnya, perkara tersebut sudah mendapat atensi dari jajaran Pimpinan Polri. Pengusutan kasus itu dilakukan oleh Polda Papua.

Awi menyebut kepolisian akan menelusuri asal senjata tersebut hingga ke proses jual beli yang dilakukan.

“Sudah menjadi atensi pimpinan untuk menindak tegas,” pungkas dia.

Bripka JH ditangkap polisi pada pekan lalu terkait penyelundupan senapan M16 dan M4 di Nabire. Senjata itu diduga akan disuplai ke KKB.

Pengungkapan kasus itu bermula saat Bripka JH tiba di Bandara Douw Aturur, Nabire sekitar pukul 16.00 WIT, Rabu (21/10). Dari tangan JH disita dua pucuk senapan serbu jenis M-16 dan M4.

JH yang merupakan anggota Brimob Kelapa Dua, Depok, disinyalir sebagai kurir yang mengantar senjata itu dari Jakarta ke Nabire. Selain JH, tim gabungan juga mengamankan anggota Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) Nabire, Didy Chandra.

Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw mengatakan informasi tentang jual-beli senjata api sudah lama terendus, namun baru terungkap setelah penangkapan Bripka JH bersama dua pucuk senjata api yang ia bawa.

Waterpauw menduga senapan serbu itu nanti digunakan orang atau kelompok untuk mengganggu keamanan dan ketertiban serta menembak warga sipil dan aparat keamanan.(cnn/bas)