Sedih…Siswa di Pedalaman, Mendaki Bukit 3 Km Demi Sinyal Belajar

74

Beritaindonesiasatu, SIKKA – Akibat Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur masuk zona merah Covid-19, seluruh sekolah di sana kembali menerapkan belajar di rumah secara online (daring). Senin (28/9/2020).

Fakta ini menjadi berita buruk bagi siswa yang tinggal di pedalaman yaitu di Desa Wailamun, Kecamatan Talibura. Sebab daerah itu berada di wilayah blank sport alias tak ada jaringan komunikasi termasuk internet.

Nah, untuk mencari sinyal siswa harus berjalan kaki mendaki bukit sejauh 3 Km. Kepala Desa Wailamun Markus Muksim mengatakan, sinyal memang hanya ada di bukit Loronawaan yang merupakan batas Desa Wailamun dengan Desa Nebe.

Di sanalah siswa terpaksa belajar online. “Di Bukit Loronawaan satu-satunya tempat yang bisa menangkap sinyal telefon seluler.

Jadi kalau siang hari dan malam hari bukit itu pasti ramai. Banyak pelajar di atas bukit itu untuk belajar online,” ucapnya beberapa waktu lalu.

“Bukit Loronawaan ini jauh dari pemukiman warga. Jaraknya sekitar tiga kilometer,” tambah Markus.

Ia mengungkapkan kalau malam hari, kadang-kadang ada orangtua yang mendampingi anaknya menuju Bukit Loronawaan. Hal itu dilakukan agar anak mereka bisa mengerjakan tugas yang diberikan bapak guru.

“Siang masih baik, kan mereka bisa jalan gerombolan. Tetapi kalau malam hari, pasti ada orangtua antar mengingat lokasi itu gelap.

Untuk penerangan bisa menggunakan lampu dari ponsel atau lampu senter,” tutur Markus.

“Jadi orangtua jaga memang anaknya. Anak mereka kerjakan tugas habis dan dikirim ke bapak-ibu guru, baru mereka pulang bersama anaknya,” tambahnya.

Markus menambahkan, lokasi bukit Loronawaan itu juga dimanfaatkan oleh warga untuk berkomunikasi dengan saudara di luar daerah.

“Jadi ada beberapa warga bisa berkomunikasi dengan keluarga mereka yang jauh. Sampai saat ini di desa kita tidak ada jaringan komunikasi. Hanya di Bukit Loronawaan yang bisa tangkap sinyal selular,” jelasnya.

Markus mengatakan warga berharap agar pemerintah membangun jaringan komunikasi di Kepala Desa Wailamun. (okz/bas)