Satgas COVID-19 : Penambahan Kasus tak Bisa Ditoleransi

48

Beritaindonesiasatu, Jakarta – Kasus positif Corona di RI kembali memecahkan rekor, hari ini bertambah 8.369 kasus baru. Satgas Penanganan COVID-19 mengatakan penambahan kasus ini tak bisa ditoleransi.

“Kita sama-sama dapat melihat bahwa dalam beberapa hari terakhir kita mencatatkan rekor-rekor baru peningkatan kasus positif, sebelumnya kita belum pernah mencapai angka di atas 5.000 untuk kasus positif harian. Sayangnya penambahan kasus positif harian terus meningkat bahkan per hari ini menembus lebih dari 8.000 kasus,” kata Jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito, Kamis (3/12/2020).

“Ini adalah angka yang sangat besar dan tidak bisa ditolerir,” ujar Wiku.

Data tersebut membuktikan laju penularan Corona masih terus meningkat. Wiku mengatakan meningkatnya kasus Corona ini menandakan masyarakat masih abai terhadap protokol kesehatan.

“Masyarakat harus sadar kelalaian ini berdampak sangat fatal jangan menunggu kasus harian semakin tidak terkendali untuk dapat disiplin trhadap diri sendiri. Target ini tidak akan menjadi sulit jika semua orang sadar betul bahwa kita tidak sedang dalam keadaan yang baik baik saja,” ujarnya.

Wiku menambahkan tidak ada yang tahu kapan pandemi Corona akan berakhir. Oleh sebab itu masyarakat harus mau bersama-sama menerapkan protokol COVID-19.

“Satgas bahkan kita semua tidak ingin berada di kondisi serba sulit ini terus menerus, mohon masyarakat segera sadar bahwa langkah kecilnya untuk mencuci tangan secara teratur, dengan hanya memakai masker dengan benar, bahkan upaya kecil untuk menjaga jarak satu sama lain sangat berdampak bagi kehidupan nbanyak umat manusia,” ungkapnya.

Berdasarkan data Satgas COVID-19, dari 512 kabupaten kota, hanya kurang dari 9 kabupaten kota yang patuh dalam memakai masker. Sementara yang lebih memprihatinkan kurang dari 4 persen kabupaten kota patuh dalam menjaga jarak.

“Perubahan perilaku adalah modal utama bagi seluruh lapisan masyarakat untuk berkontribusi dalam menekan angka COVID-19. Nyatanya dengan kondisi seperti ini kepatuhan masyarakat yang rendah dalam memakai masker dan menjaga jarak menjadi kontributor dalam peningkatan penularan COVID-19 yang berdampak pada kenaikan kasus COVID-19 beberapa waktu terakhir di Indonesia,” ungkapnya.(dtc/bas)