Sadis, Identitas Pria Tewas Terbakar di Jaksel Masih Misteri

54

Beritaindonesiasatu, Jakarta – Identitas pria tewas terbakar di Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, belum terungkap. Selain kondisi wajah yang sulit dikenali, tidak ada laporan mengenai korban ke polisi.

“Belum (teridentifikasi) karena rusak semua. Tangannya kebakar, jari, muka jadi susah diidentifikasi,” kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Jimmy Christian Samma saat dihubungi, Kamis (7/1/2021)

Lebih lanjut, Jimmy menyebut belum adanya laporan orang hilang dari masyarakat sehingga menyulitkan polisi dalam mengungkap identitas korban.

“Belum ada laporan orang hilang dari masyarakat,” tambah Jimmy.

Sebelumnya, warga Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan digemparkan dengan penemuan jasad pria yang hangus terbakar. Tidak diketahui identitas pria malang itu.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Mujahidin RT 007 RW 004 Kelurahan Ulujami, Pesanggrahan, Jaksel pada Selasa (5/1/2021) malam. Lokasi kejadian di sebuah lahan kosong dekat Kali Pesanggrahan.

Seorang saksi mata bernama Endi menceritakan, dia awalnya melintas di lokasi sekitar pukul 20.30 WIB. Saat di perjalanan, Endi mengaku melihat kobaran api yang tinggi di lokasi ditemukannya mayat.

“Setinggi kira-kira 3 meteran. Gede, gede banget. Makanya saya takut kalau api itu merembet, berhubung ini (lokasi) kan semak-semak. Saya panggil anak buah, saya suruh ngecek kira-kira api bisa merambat atau enggak,” ucap Endi saat ditemui detikcom di lokasi, Rabu (6/1/2020).

Setelah kembali ke lokasi pada pukul 20.50 WIB, lokasi sudah ramai didatangi warga. Dia juga baru mengetahui jika di lokasi kobaran api tersebut ternyata ada mayat seorang pria.

Saat itu api sudah mengecil. Dia juga menceritakan kondisi mayat tersebut tergeletak di atas tanah.

“Kondisi mayat udah telentang, terus tangannya di antara dua sofa. Kira-kira umur 30-an kayaknya. Mukanya nggak ada yang tahu,” kata Endi.

Ketua RW 004 Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Syafruddin mengungkap peristiwa itu terjadi pada Selasa (5/1/2021) malam sekitar pukul 20.30 WIB. Awalnya, seorang pedagang kelapa yang berada tak jauh dari lokasi melihat kobaran api yang menyala di tempat kejadian perkara (TKP).

“Nah dibawa kemplangan (oleh pedagang kelapa) maksudnya untuk mematikan api. Ternyata di dalam api itu, itu ada suara-suara merintih. Nah ini siapa, apa binatang atau apa. Lalu dia tidak berani, dia lapor kepada RT. Kebetulan RT-nya tidak ada. Rupanya masyarakat sudah tahu dari istri RT bahwa ada mayat di situ, orang kebakar gitu. Jadi udah ramai,” ujar Syafruddin saat ditemui detikcom di lokasi, Rabu (6/1/2021).(dtc/bas)