Rumah Pencipta Hymne Guru Masih Tertulis ‘Dijual’, Janji Dibeli Kemendikbud

61

Beritaindonesiasatu, Madiun – Rumah Sartono, pencipta Lagu Hymne Guru, hingga saat ini masih tertempel poster bahwa rumah itu dijual. Padahal saat viral awal tahun 2019 lalu, Kemendikbud berjanji akan membelinya.

“Belum dibeli tapi saya tidak mau berurusan dengan soal jual rumah. Baca sendiri itu tulisan. Saya tidak punya hak,” ujar Ignasia Damijati, istri almarhum Sartono kepada detikcom Jumat (25/12/2020).

Damijati mengatakan bahwa pernikahannya dengan pencipta lagu hymne guru tidak mempunyai keturunan. “Saya tidak punya keturunan. Saat ini yang ngurus jual rumah adalah saudaranya pak Sartono. Saya tidak tahu, hanya menempati saja,” katanya.

Namun Damijati mengaku bahwa beberapa hari sebelum peringatan hari guru 25 November kemarin ada utusan Kemendikbud dan Bupati Madiun untuk menanyakan terkait rumah. Namun, Damijati tetap mengaku agar bertanya ke para saudara almarhum Sartono suaminya.

“Sebelum hari guru kemarin ada dua orang katanya utusan pak Muhajir Arifin yang menteri apa itu, dan Bapak Bupati Madiun. Tapi ya saya bilang tidak tahu soal rumah dijual nanti dikira saya yang jual rumah. Saya arahkan ke para saudara kandung pak Sartono. Saya tidak tahu,” paparnya.

Kepada detikcom, Damijati meminta agar bertanya kepada tetangganya yang dipercaya pertama kali menjualkan rumah. “Jelasnya ke Bu Mukana saja,” paparnya.

Wanita 70 tahun ini mengaku selama ini ia mengisi kesibukan dengan menulis cerita sejarah untuk dimainkan dalam kesenian tradisional ketoprak. Selain itu dirinya juga menyewakan pakaian adat untuk keperluan event warga kota Madiun.

Mukana, tetangga dekat Damijati mengaku sempat diberi amanat oleh Sarwono adik almarhum Sartono untuk menjualkan. Kala itu kesepakatan harga permeter di tawarkan Rp 2500 hingga Rp 3 ribu, bisa nego.

“Dulu sepakat oleh pak Sarwono adik pak Sartono untuk menawarkan per meter Rp 2.500 sampai Rp 3 ribu (2,5-3 juta), bisa nego. Tapi tahu tahu ada yang nempel poster dijual katanya hargnya melonjak tinggi sampai Rp 4 juta per meter itu setelah ramai,” ujar Mukana.

Sebelumnya Dinas Pendidikan kota Madiun juga pernah menyampaikan bahwa rumah akan dibeli oleh Kemendikbud. Namun saat itu masih terkendala harga.

“Rumah itu rencananya akan dibeli oleh Kemendikbud. Alhamdulillah ada solusi. Saya dikabari kemarin,” terang Ketua PGRI Kota Madiun Hariyadi kepada detikcom saat berkunjung ke rumah almarhum Sartono, Senin (4/2/2019).

Rumah yang saat ini ditempati istri Sartono, Damijati, ditawarkan dengan harga Rp 3,5 juta hingga Rp 4 juta per meter persegi. Padahal menurut Hariyadi, NJOP rumah tersebut hanya berkisar Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta saja.

Penjualan rumah peninggalan pencipta hymne guru yang berada di Jalan Halmahera Nomor 98 itu sempat mencuri perhatian. Banyak pihak yang menyayangkan rumah berukuran 8×15 itu jatuh ke tangan yang salah. Mulai dari pengamat pendidikan hingga pejabat pemerintah.

Data yang dihimpun detikcom rumah sederhana yang dari kayu tersebut peninggalan orang tua almarhum Sartono. Almarhum Sartono memiliki empat saudara yang berencana ingin menjualnya.(dtc/bas)