Rumah Ketua KPU Muna Sultra Dilempar Bom Molotov

82

Beritaindonesiasatu, Kendari – Rumah pribadi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara Kubais dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal, Kamis dini hari (17/12). Aksi pelaku sempat terekam CCTV.

Rumah yang terletak di Jalan Bunga Matahari Kecamatan Katobu Kabupaten Muna dilempar bom molotov sekira pukul 03.16 WITa.

Ketua KPU Muna Kubais menyebut, pelaku pelemparan diduga satu orang. Ia pun mengetahui rumahnya terbakar saat diinformasikan tetangga.

“Saya dikasi bangun tetangga sekira 03.25. Saya dalam rumah sendiri, anak istri tidur di rumah orang tua,” kata Kubais dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (17/12).

Beruntung tak ada kerusakan berarti di teras rumah komisioner tersebut. Kubais menyebut, dirinya baru dua malam tidur di rumahnya. Sejak pemilihan sampai 14 Desember 2020, ia tidur di kantor. Setelah pleno hasil perolehan suara pasangan calon Pilkada Muna pada 16 Desember 2020, ia pulang di rumahnya.

“Saya tidak ke mana-mana sampai akhirnya rumah dilempar bom molotov,” imbuhnya.

Kasus pembakaran sudah dilaporkan ke polisi. Kata Kubais, Kapolres Muna langsung memimpin jalannya olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kubais menilai, kasus pelemparan bom molotov ini merupakan bentuk teror.

“Kalau ini menyangkut pekerjaan, mudah-mudahan ada sisi kemanusian dari orang melakukan. Karena kita punya keluarga. Soal pekerjaan, itu di kantor. Secara pribadi, saya tidak pernah ada masalah dengan orang,” tuturnya.

Ia berharap, polisi segera mengungkap pelaku pelemparan bom molotov karena jangan sampai penyelenggara lainnya turut jadi korban.

“Kita berharap polisi segera mengungkap pelakunya,” harapnya.

Sementara itu, Kapolres Muna AKBP Debby Asri Nugroho menyebut, polisi sudah melakukan olah TKP di kediaman Ketua KPU Muna. Polisi juga telah memeriksa saksi pertama kali mendengar lemparan dan CCTV rumah korban.

“Kita sementara lakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pelemparan,” kata Debby Asri Nugroho.

Debby juga enggan menyebut apakah kasus ini terkait dengan pemilihan kepala daerah di Muna. Polisi, lanjut dia, telah melakukan pengawalan melekat kepada seluruh komisioner KPU maupun Bawaslu sejak tahapan pilkada berjalan.

“Kebetulan di rumah dia sendirian. Tadi pagi juga hujan. Ada PAM melekat, hanya pas pulang beliau sendirian (di rumah),” imbuhnya.

KPU Muna telah menetapkan perolehan hasil pemilihan kepala daerah 2020. Dua pasangan yang bertarung yakni, LM Rusman Emba-Bachrun Labuta dan LM Rajiun Tumada-La Pili.

Kedua pasangan yang bertarung ini boleh dikata sama-sama kepala daerah. Rusman Emba adalah incumbent Bupati Muna sementara LM Rajiun Tumada adalah Bupati Muna Barat yang maju sebagai penantang.

Berdasarkan hasil perolehan suara yang dikutip dari website resmi KPU, pasangan LM Rusman Emba-Bachrun Labuta memperoleh suara terbanyak yakni, 64.221 suara atau 53,4 persen. Sementara pasangan Rajiun-La Pili memperoleh 56.008 suara atau 46,6 persen.(cnn/bas)