Puluhan Pegawai Bank di Serang Positif COVID-19, Kantor Ditutup Sementara

100

Beritaindonesiasatu, Serang – Wali Kota Serang Syafrudin melakukan penutupan sementara aktivitas di Kantor BJB Kantor Cabang Khusus (KCK) Banten. Jumat (13/11/2020).

Penutupan dilakukan imbas dari 83 karyawan yang dilaporkan positif COVID-19. Penutupan ini tertuang dalam Surat Pemberitahuan Nomor 800/937/Diskominfo/2020 yang ditandatangani wali kota pada kemarin.

Penutupan sementara dilakukan hingga 14 November dan boleh dibuka kembali pada 16 November.

Syafrudin saat dikonfirmasi mengenai ini membenarkan adanya penutupan sementara Kantor BJB KCK Banten. Tetapi, ia mengaku tidak mengetahui detail mengenai siapa saja yang terpapar di kantor itu.

“Itu mah udah sih enggak usah, itu mah di gugus tugas. Jubir, saya belum terima laporan, akan tetapi penutupan iya. Bukan BJB saja kalau terpapar saya tutup,” kata Syafrudin kepada wartawan

Di tempat sama, Kepala Diskominfo Kota Serang Hari Pamungkas menjelaskan, 83 orang yang diketahui positif di kantor tersebut setelah muncul hasil swab pada Rabu (11/11) malam. Sebelumnya, diketahui bahwa dua minggu lalu ada salah satu pegawai yang positif Corona dan hasilnya muncul 83 orang positif.

“Sejak kami ketahui dapat tembusan per tanggal 11 November untuk yang sifatnya besar-besaran. Sebelumnya dari 2 minggu lalu sudah terdeteksi tapi tidak banyak. Ada satu pegawai makanya kita swab massal,” kata Hari.

Langkah penutupan sementara diambil untuk gugus tugas melakukan tracing dan tracking pada yang kontak erat dengan pasien. Karena, berdasarkan standar WHO, minimal dari satu pasien positif, tracing dilakukan ke minimal 15 orang yang pernah kontak erat.

Ia melanjutkan, 83 pegawai yang positif di BJB KCK Banten jadi klaster terbesar di perkantoran di Kota Serang. Yang terindikasi positif mulai dari teller, office boy sampai ke driver. Selain warga Kota Serang, ada juga pegawai yang positif asal Jawa Barat.

“Langkah penutupan untuk memutus ada kontak dengan masyarakat dengan OPD, tutup dulu sambil proses tracking dan tracing,” katanya.(dtc/bas)