Preman Luar Jakarta akui Dijanjikan Uang Demo UU Cipta Kerja

63

Beritaindonesiasatu, Jakarta – Kodam Jaya turut membantu kepolisian mengamankan massa demo tolak omnibus law UU Cipta Kerja. Jumlahnya sekitar 100 orang yang datang dari luar Jakarta.

Hal itu diungkapkan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman. Dudung mengatakan pihaknya mengamankan sebelum demo dimulai.

“Seratusan lebih. Yang saya kemarin tahu ya, dari Subang, Banten, Tangerang, kemudian Pamanukan, itu saja. Tapi kan itu yang kami amankan sebelum demo mulai,” kata Dudung.

Orang-orang yang diamankan oleh pihak TNI, kata Dudung, bukan merupakan pelajar, mahasiswa, ataupun buruh. Dudung menyebut justru mereka adalah preman. Kepada Dudung, para preman itu mengaku dibayar untuk mengikuti demo.

“Itu orang-orang nggak sekolah semua rata-rata. Bukan, kalau buruh malah nggak ada justru. (Mereka) pengangguran, preman-preman. Dia itu di WhatsApp group-nya dijanjikan akan dikasih uang setelah demo selesai,” ungkapnya.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman Foto: Yogi Ernes-detikcom
Dudung lantas bertanya kepada mereka, siapa yang menyuruh ikut aksi tolak UU Cipta Kerja. Namun, para preman itu justru tidak menjelaskan detail.

“Justru saya tanya, ‘Yang gerakkan kamu siapa?’, ‘Ketinggalan, Pak, di Pamanukan, nggak ke sini’. Kan kurang ajar tuh, yang gerakin malah tidak bergerak,” ucap Dudung.

Dudung menduga penggerak para preman itu sengaja memberi imbalan seusai demonstrasi agar saat menjalankan aksinya, para preman kelaparan. Dalam kondisi lapar, Dudung berpendapat, seseorang akan terpancing berbuat anarki.

“Saya nggak tahu besaran uang (imbalan)-nya. Cuma di dompet itu ada yang kosong, ada yang cuma Rp 10 ribu. Kasihan itu mereka itu. Memang dibuat lapar mereka kan, biar anarkis. Keterangan lebih lanjut kan lagi diselidiki Kapolda. Di Polda,” tutur Dudung.

Dudung mengatakan pihaknya menyerahkan para preman itu ke Polda Metro Jaya untuk ditangani lebih lanjut. Sampai saat ini belum diketahui siapa penggerak para preman itu.

Pada Kamis, 8 Oktober kemarin, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memang mengatakan pemerintah mengetahui dalang di balik demo tolak omnibus law UU Cipta Kerja yang ricuh. Hal itu diungkapkan Airlangga saat wawancara dengan CNBC Indonesia TV.

Sebetulnya pemerintah tahu siapa behind demo itu. Kita tahu siapa yang menggerakkan, kita tahu siapa sponsornya. Kita tahu siapa yang membiayainya,” kata Airlangga seperti dikutip detikcom.

Airlangga juga menyinggung pihak yang dituding sebagai sponsor aksi demo penolakan omnibus law UU Cipta Kerja. Menurutnya, mereka memiliki ego sektoral yang tinggi tanpa memikirkan nasib massa yang turun ke jalan.

“Tentu kita juga melihat bahwa tokoh-tokoh intelektual ini saya lihat mempunyai, ya cukup dalam tanda petik ego sektoralnya yang cukup besar. Karena para tokoh ini tidak ada di lapangan, mereka adalah di balik layar,” ujarnya.

Kerja Disponsori: Sengaja Adu Domba
Sebelumnya, pada Kamis (8/10), aksi demonstrasi tolak omnibus law UU Cipta Kerja di Ibu Kota berakhir ricuh. Peserta demo berasal dari berbagai elemen, di antaranya mahasiswa dan buruh.

Namun diduga ada kelompok perusuh yang sengaja membuat panas situasi. Kelompok ini diduga sebagai pelaku perusakan berbagai fasilitas umum, mulai halte Bus TransJakarta, stasiun MRT, pos polisi, bioskop, dan objek lainnya. (dtc/bas)