Polres Labuhanbatu Ungkap 126 Kasus Narkotika

33

Beritaindonesiasatu, Labuhanbatu – Gelaran Operasi Antik Toba 2021 menunjukkan kasus narkotika masih tinggi, Polres Labuhanbatu berhasil mengungkap 126 kasus.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan menyebutkan pelaksanaan dilakukan selama 21 hari pelaksanaan sejak 27 Januari hingga 16 Februari 2021

“Satres Narkoba Polres Labuhanbatu bersama Polsek jajaran berhasil mengungkap sebanyak 126 LP dengan 148 tersangka dan barang bukti berupa sabu berat 389,22 gram, ekstasi 22 butir dan ganja 98,02 ditambah empat batang pohon ganja,” ungkapnya saat konfrensi pers di Mapolres Labuhanbatu.

AKBP Deni menjelaskan, 126 kasus tersebut diungkap oleh Sat Narkoba 59 kasus, Polsek Kualuh Hulu 10 kasus, Polsek Panai Tengah 8 kasus, Polsek Kota Pinang dan Torgamba masing masing 7 kasus.

Kemudian Polsek Kampung Rakyat 6 kasus, Polsek Bilah Hilir 5 kasus, Panai Hilir, Bilah Hulu dan NA IX X masing masing 4 kasus, Kualuh Hilir, Merbau, Aek Natas 3 kasus, Sei Kanan 2 kasus dan Polsek Silangkitang 1 kasus.

“Dimana dari 148 tersangka terdiri dari 144 laki-laki dan 4 perempuan,” katanya.

Deni menegaskan terhadap dua tersangka berinisial MZ (30) warga Lingkungan Taslim Kelurahan Sirandurung dan H (45) warga Kelurahan Pulo Padang Kecamatan Rantau Utara diberikan tindakan tegas dan terukur karena membahayakan jiwa petugas.

“Saat pengembangan kasus di lapangan yang merupakan kaki tangan dari bandar narkoba bernama Man Batak yang ditangkap Ditres Narkoba Polda Sumut,” tuturnya.

Kemudian, Deni menjelaskan pukul 00.00 WIB Rabu (17/2/2021) bahwa Operasi antik toba 2021 jajaran Polda Sumut telah berakhir.

“Polres Labuhanbatu berada di urutan ke-2 pengungkapan kasus terbanyak setelah Polrestabes Medan,” jelasnya.

Dikatakannyam pengungkapan kasus ini menunjukkan komitmen Polres Labuhan Batu dalam menekan pencegahan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkotika (P4GN) di wilayah Labuhanbatu Raya

Bahkan beberapa pengungkapan adalah berkat informasi dari masyarakat.

“Saya sendiri sebagai Kapolres mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi kepada kami,harapannya ke depan semakin tinggi kepedulian masyarakat akan bahaya narkoba semakin sedikit orang yang menjadi pecandu narkoba,” jelasnya.

Deni menerangkan pengungkapan enam tersangka ditangkap terduga jaringan berinisial AS (44) dengan BB sabu 51,1 gram Netto, AR (29), DPB (27) dan ST dengan BB Sabu 47,7 gram netto.

Kemudian Muh RT (18) dengan BB sabu 98,16 gram Netto dan terakhir MZ (30) dan H (45) BB 46,98 gram netto.

“Para tersangka ini dipersangkakan melanggar pasal 114 ayat 2 Sub 112 ayat dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkas Deni.(trb/bas)