Polres Dumai Gagalkan Peredaran 23 Kg Sabu yang Dikendalikan Napi dari Sumut

81

Beritaindonesiasatu, Pekanbaru – Polisi kembali menggagalkan peredaran 23 Kg sabu dan 19 ribu ekstasi asal Malaysia di Dumai. Barang haram itu ternyata dikendalikan napi asal Sumatera Utara.

Kapolres Dumai, AKBP Andri Ananta saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan puluhan kilogram sabu. Turut diamankan dua pelaku sebagai kurir, AR (29) dan WR (48).

“Pengungkapan ini dilakukan pada Jumat, 12 Februari 2021. Tim Opsnal Satnarkoba awalnya mendapat informasi terkait akan adanya dugaan penyelundupan narkotika dari negara Malaysia,” ucap Andri kepada detikcom, Kamis (18/2/2021).

Barang haram itu, kata Andri, rencananya diselundupkan melalui pelabuhan tikus di Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai. Selanjutnya, Wakapolres Kompol Ernis Sitinjak, Kasat Narkoba AKP Yoyok dan tim berangkat ke lokasi.

“Saat melakukan penyelidikan, tim melihat dan mencurigai 1 unit mobil minibus pelat BM 1540 DC melintas dengan kecepatan tinggi. Mobil beriringan sepeda motor, tapi dengan kecepatan tinggi hingga dilakukan pengejaran,” katanya.

Setelah diberhentikan, ditemukan sebuah tas berisi paket sabu yang dikemas paket teh china. Dalam tas berisi paket esktasi 19.937 butir dan total 23 Kg sabu.

“Dari pengakuan kedua pelaku, didapati keterangan barang bukti itu dijemput dan diambil di daerah Sepahat, Bengkalis atas perintah atau suruhan pelaku berinisial M. M adalah narapidana perkara narkotika di Rutan Kelas III Kota Pinang, Sumut,” kata Kapolres.

M sendiri, tercatat sedang menjalani vonis hukuman penjara 7 Tahun 6 Bulan. Namun untuk sabu dan ekstasi yang digagalkan rencananya akan dibawa menuju simpang Pujud-Bagan Batu, Rokan Hilir.

“Untuk mempertanggungjawabkan, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 114 jo Pasal 112 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup,” katanya.(dtc/bas)