Polisi Sebut Titik Rawan di Akhir Demo, Ada Pergantian Massa

48

Beritaindonesiasatu, Jakarta – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pihaknya mengantisipasi pergantian massa di akhir aksi demo yang rawan jadi awal kericuhan.

Menurut dia, selama ini demo berjalan damai dan tertib. Namun di akhir massa demo, ada massa perusuh yang kemudian masuk dan melakukan kerusuhan.

“Nanti yang rawan waktu mau selesai itu ada lintas ganti, lintas ganti ini adalah orang-orang yang memang niatnya untuk kerusuhan,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Selasa (20/10).

Menurutnya, massa perusuh ini tidak memiliki tujuan untuk berdemo selain hanya ingin melakukan kerusuhan. Berkaca pada aksi demo sebelumnya, kata Yusri, massa perusuh ini sebagian besar merupakan pelajar.

Atas dasar itu, kepolisian telah berkoordinasi dengan pihak orang tua, Dinas Pendidikan hingga sekolah untuk mengawasi secara ketat para pelajar agar tidak mengikuti aksi demo.

“Karena kami sudah melaporkan ke Disdik mana sekolah-sekolah yang anak-anaknya kemarin kita amankan yang rata-rata 90 persen adalah anak-anak SMK,” tutur Yusri.

Diketahui, sejumlah elemen buruh dan masyarakat kembali menggelar aksi unjuk rasa Selasa (20/10) hari ini. Mereka menuntut Presiden Joko Widodo membatalkan UU Ciptaker dan menerbitkan peraturan pemerintah pengganti UU (Perppu).

Terkait demo ini, sebanyak 10.587 personel gabungan TNI dan Polri diterjunkan untuk mengamankan jalannya aksi demo. Selain itu, ada 10.000 personel cadangan yang disiagakan di Monas dan Gedung DPR.(cnn/bas)