Polisi Pulangkan 198 Pendemo, Keluarga Minta Maaf

71

Beritaindonesiasatu Medan – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara telah memulangkan 198 pendemo yang sempat diamankan karena terlibat tindak kesuruhan saat menyampaikan aspirasi di Gedung DPRD Sumut, Jumat (9/10) malam.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, mengatakan para pendemo yang dipulangkan karena masih berstatus di bawah umur, pelajar, serta mahasiswa.

“Sebelum dipulangkan, kita terlebih dahulu memangil para orangtua pendemo membuat pernyataan secara tertulis untuk tidak mengulangi perbuatannya,” katanya didampingi Wadir Krimum Polda Sumut AKBP Faisal Napitupulu.

Selain memulangkan para pendemo, Tatan menuturkan Polda Sumut juga telah menahan 27 para pendemo yang terbukti melakukan tindak pelemparan, pengerusakan serta positif narkoba serta mengisolasi 21 pendemo yang dinyatakan reaktif Covid-19 setelah menjalani rapid test oleh Satgas Covid-19.

“Mereka yang ditahan dikenakan Pasal 170 karena terbukti melakukan tindak kekerasan. Sedangkan untuk pasal lainnya masih didalami,” tuturnya.

Mantan Kapolres Asahan ini menambahkan, kedepannya dipersilahkan masyarakat dalam menyampaikan pendapat dimuka umum namun tidak dibenarkan untuk melakukan tindakan anarkis hingga merusak fasilitas publik.

“Polda Sumut akan senantiasa memberi kesempatan dan melindungi masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Semoga apa yang dituntut masyarakat dapat mencapai solusi yang terbaik,” pungkasnya.(Re)