Polisi akan Bubarkan Jika ada Kerumunan Reuni 212

44

Beritaindonesiasatu, Jakarta –Polri menyatakan bakal membubarkan kerumunan apabila Persaudaraan Alumni atau PA 212 tetap menggelar reuni pada Rabu (2/12) di tengah situasi pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono menjelaskan bahwa hingga saat ini pihak kepolisian tetap tidak akan memberikan izin untuk setiap kegiatan yang menyebabkan kerumunan.

“Polri akan melaksanakan tindakan tegas kalau masih ada yang mau melakukan kerumunan-kerumunan ya, tentunya kami akan bubarkan,” kata Awi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (1/12)..

Dia mewanti-wanti agar PA 212 tidak berharap masih dapat menggelar kegiatan yang melibatkan banyak kerumunan massa.

Menurut Awi, pihak kepolisian sudah seringkali menyampaikan tidak memberi izin untuk kegiatan-kegiatan serupa. Namun, kata dia, pihaknya tetap menyiapkan langkah antisipasi jika memang kegiatan tersebut tetap terselenggara.

“Tentunya kami akan antisipasi dan kami ingatkan kepada mereka yang masih menghendaki, yang demikian jangan berharap,” ucap dia.

Hingga saat ini belum ada kepastian reuni 212 apakah akan tetap digelar. Pasalnya, rencana itu mencuat sejak kepulangan Rizieq Shihab ke Indonesia pada 10 November lalu.

Rencana tersebut mendapat kritik sejumlah kalangan karena dilakukan pada masa pandemi virus corona.

Namun, PA 212 telah mengatakan bakal menunda Reuni 212. Gantinya, mereka bakal menggelar Dialog Nasional sebagai pengganti Reuni 212 mendatang.

Acara dialog tersebut akan menghadirkan 100 tokoh dan ulama, termasuk pimpinan FPI Rizieq Shihab.

“Pada tanggal 2 Desember 2020 kami akan mengadakan acara Dialog Nasional dengan menghadirkan 100 Tokoh dan Ulama yang akan dihadiri oleh IB HRS sebagai narasumber dengan tetap menerapkan protokol Covid-19,” ujar FPI Cs dalam keterangan tertulis, Rabu (18/11).
(cnn/bas)