Poldasu Gagalkan Penyeludupan 14 Kg Sabu

37

Beritaindonesiasatu Medan – Kepolisian daerah (Polda) Sumatera Utara berhasil mengungkap dua kasus jaringan narkotika dari Aceh – Sumut dan jaringan Aceh – Sumut – Jambi. Di mana, dalam pengungkapan itu, Polda Sumut berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 14.820 Kg.

Dari pengungkapan itu Direktorat Narkotika Polda Sumut mengamankan 7 orang tersangka di antaranya adalah MT alias TK, MJ alias PN, ZM alias MN. Kemudian MM alias SL, SH alias DK, MB alias MS dan SI alias AI.

Kapolda Sumatera Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan bahwa pengungkapan dua kasus tersebut, merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya yang mengamankan dua pria yang membawa 2 kg sabu pada 23 September 2020. Dari hasil pengembangan, pengungkapan pertama berawal dari laporan masyarakat ada 3 orang laki-laki membawa narkotika jenis sabu dari wilayah Provinsi Aceh menuju Kota Medan.

“Kemudian Unit 2 Subdit I Ditresnarkoba melakukan penyelidikan ke perbatasan Sumut-Aceh di wilayah Kecamatan Besitang, Langkat. Namun. ketiga laki-laki tersebut putar balik, dan baru bisa ditangkap di Kabupaten Aceh Timur saat hendak menaiki becak motor,” kata Kapolda saat paparan di Mapolda Sumut, Rabu (11/11).

Setelah dilakukan penggeledahan, petugas menyita barang bukti dari dalam bagasi becak motor berupa satu buah goni warna putih. “Di?dalamnya ada 10 bungkus kemasan teh China warna hijau berisikan narkotika jenis sabu seberat 10.550 gram,” ucap Martuani.

Setelah dilakukan interogasi kepada ketiga tersangka, ternyata masih ada empat orang laki-laki yang membawa narkotika jenis sabu dari Medan menuju Jambi. Dari hasil penyelidikan petugas Ditnarkoba Polda Sumut pada 25 Oktober 2020, satu unit mobil Innova melintas dari Medan melintas ke Kabupaten Labuhan Batu. Kemudian Unit 1 Subdit I Ditresnarkoba Polda Sumut berkoordinasi dengan Polres Labuhan Batu mengamankan dua orang masing-masing MM alias SL dan SH alias DK.

“Dari keterangan dua laki-laki ada dua rekannya yang mengendarai mobil Honda Jazz yang sudah melintas mendahului mereka menuju Kota Rantau Parapat. Kemudian tepat di depan Hotel Garuda Jalan Ahmad Yani, diamankan dua tersangka yakni MB alias MS dan SI alias AI. Dari hasil penggeledahan ditemukan 4 bungkus kemasan teh China berisi sabu dengan berat 4.270 gram yang disimpan di dalam Loud speaker,” terang Martuani.

Kapolda juga mengungkapkan bahwa untuk tiap tersangka dijanjikan mendapat upah Rp 10 juta. Adapun modus yang dilakukan para pelaku dengan menyimpan barang bukti sabu tersebut ke dalam loud speaker untuk mengelabuhi petugas. Untuk keempat tersangka pada kasus pengungkapan kedua, telah ditahan di Rutan Mapolda Sumut.

“Para tersangka melanggar pasal 114 ayat (2) Subs. pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun. kemudian denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar,” tegas Kapolda.

Kapolda Sumut juga meminta tolong kepada rekan media dan masyarakat bahwa sekarang Sumut bukan lagi tempat persinggahan namun sudah menjadi pasar pengedaran narkotika, maka dari itu Media harus mengedukasi masyarakat agar mau melapor ke BNN atau ke narkoba Polda Sumut agar segera di lakukan penindakan untuk melindungi generasi muda Sumut.

“Sekali lagi saya tekankan Mari bantu BNN Dan Polda Sumut untuk memberantas narkotika. Karena kami membutuhkan infomasi dari masyarakat. Kerena, dari barang bukti sabu sebanyak 14,82 Kg sabu, berarti telah menyelamatkan 148.200 anak bangsa dengan asumsi 1 gram sabu digunakan oleh 10 orang,” tandas Kapolda.(Re)