Pemerintah Terapkan Mini Lockdown Berbasis Lokal

84

BeritaIndonesiasatu, Jakarta – Atasi pandemi Covid 19, Presiden Joko Widodo kembali menyinggung penerapan intervensi berbasis lokal untuk menekan laju penyebaran virus Corona.

Penerapan mini lockdown atau karantina wilayah terbatas akan lebih efektif ketimbang di seluruh wilayah.

“Mini lockdown yang berulang ini akan lebih efektif. Jangan sampai kita generalisir satu kota, satu kabupaten, apalagi satu provinsi. Ini akan merugikan banyak orang,” ucap Jokowi saat membuka rapat terbatas soal Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang disiarkan melalui akun Youtube Sekretariat Presiden, Senin (28/9).

Jokowi meminta pada jajaran Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional agar menyampaikan ke seluruh wilayah untuk menerapkan intervensi berbasis lokal tersebut.

Mantan Wali Kota Solo itu meyakini, pembatasan hanya di beberapa wilayah akan lebih efektif. Pembatasan bisa dilakukan berjenjang di tingkat desa, kantor, hingga pondok pesantren yang memang terpapar penularan Covid-19.

“Ini perlu saya sampaikan sekali lagi pada komite. Intervensi berbasis lokal agar disampaikan ke provinsi, kabupaten, kota, berskala mikro di tingkat desa, kampung, RW, RT, atau di kantor, pondok pesantren, saya kira itu lebih efektif,” tuturnya.

Jokowi sebelumnya menyampaikan bahwa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Mikro/Komunitas lebih efektif ketimbang Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dalam sejumlah rapat terbatas, Jokowi beberapa kali menekankan bahwa intervensi pembatasan berskala lokal ini penting dilakukan. Ia meminta agar kepala daerah tak buru-buru menutup wilayah.

Sebab, tak seluruh wilayah di suatu daerah termasuk zona merah. Menurut Jokowi, dalam satu daerah ada wilayah yang termasuk zona kuning atau hijau yang berarti risiko rendah penularan covid-19.

Sementara PSBB ketat sendiri kembali diterapkan di provinsi DKI Jakarta. Usai menerapkan pada 14 September lalu, PSBB diperpanjang hingga 10 Oktober mendatang.

PSBB kembali diketatkan di tengah lonjakan kasus Covid-19. Namun, setelah dua pekan, kasus positif Covid-19 di DKI diklaim melandai.( cnn/bas)