Pelaku Pembakaran Warga Helvetia Mengaku Sakit Hati Dimarahi Keluarga Korban

78

Beritaindonesiasatu, Medan – Setelah sempat menggemparkan warga Medan Helvetia, Dani Julius Sibro pelaku pembakaran Ridwan akhirnya ditangkap. Kepada petugas pelaku mengakui dirinya sakit hati karena di marahi keluarga pelaku usai menggoda keponakan koban.

Kapolsek Medan Helvetia Kompol Pardamean Hutahaean menyebutkan awal kronologi kejadian awalnya pada 10 November 2020 dimana saksi Dea dan Dinda yang merupakan ito (adik perempuan satu marga) korban lewat di depan bengkel tempat pelaku bekerja.

“Saat itu tersangka Dani menegur mereka dengan mengatakan mau kemana dek dan mau naik angkot nomor berapa dek, kejadian tersebut kembali dilakukan pelaku saat keduanya kembali lewat,” ujarnya di Mapolsek Medan Helvetia, Sabtu (14/11/2020).

Kemudian karena tak terima dengan perlakuan tersangka, kemudian, pada sekitar pukul 19.15 WIB, kedus saksi bersama ibunya mendatangi pelaku dan memarahi pelaku dengan menyebutkan “ngapain kau kejar-kejar anakku”.

Sementara tersangka menjawab bahwa dirinya tidak ada mengejar-ngejar anaknya. Tersangka yang tidak merasa mengejar dua ito korban Ridwan, membela diri dan membantah mengejar kedua saksi Dea Triardani dan Dinda Rahmadani yang melintas.

“Ibunya korban menjambak dan mencakar-cakar tersangka dan ada seorang laki-laki bernama Wak Regar yang membela tersangka dan menyebut bahwa pelaku tidak ada mengejar-ngejar anak ibu tersebut,” ungkap Pardamean.

Setelah itu ibu tersebut bertambah berang dan membuat keramaian warga. Lalu Wak Regar menyebutkan agar ibu tersebut membawa suaminya.

Lalu, korban Ridwan mendatangi lokasi tersebut datang dan marah terhadap Wak Regar dan mengatakan “Dia itoku,” menirukan ucapan Ridwan.

Sebelumnya kasus ini terjadi di Jalan Pendidikan Medan Helvetia ternyata sempat dianiaya keluarga korban.

“Kemudian tersangkan pun mendatangi korban dan menjelaskan bahwa cerita kejadian tersebut bukan seperti itu,” jelas Pardamean.

Kemudian, ia menyebutkan bahwa korban makin emosi dan hendak menghajar tersangka. Lalu Dani menghindar dan pergi dari lokasi tersebut.

Setelah kejadian tersebut, pelaku merasa sakit hati kemudian merencanakan pembalasan, ia kemudian menyusun baju dan memasukkan ke dalam tas.

“Motifnya adalah sakit hati terhadap si pelaku. Kemudian tersangka mengambil spritus yang berada di bengkel dan satu buah mancis. Kemudian tersangka pergi ke Jalan Pendidikan,” jelas Pardamean.

Kondisi Ridwan Cibro (30) warga Jalan Pendidikan, Kelurahan Cinta Damai, Medan Helvetia yang sekujur tubuhnya melepuh alibat dibakar orang tidak dikenal (OTK) saat hendak pulang kerumahnya.

Pelaku menunggu korban dari jarak 500 meter untuk melintas. Setelah melihat korban Ridwan, pelaku langsung mengikuti dari belakang dan setelah dekat pelaku Dani memukul kepala korban dengan menggunakan kayu broti

“Korbanpun langsung terjatuh dan ketika korban terjatuh, tersangka langsung menyiram korban dengan spritus ke tubuh dan wajah korban, kemudian langsung membakar korban,” jelasnya. Kemudian pelaku Dani melarikan diri setelah melihat korban terkapar. (bas)