PBSI Sewa Pesawat, Kirim Kevin Sanjaya Cs ke Dua Turnamen Asia

50

Beritaindonesiasatu, Jakarta – PP PBSI memastikan Kevin Sanjaya dkk. mengikuti Asia Open I dan II di Thailand. Mereka bakal menyewa pesawat.

BWF menetapkan aturan untuk anggota federasi agar mengirimkan atletnya mengikuti kualifikasi sebelum turun di BWF World Tour Finals 2020. Tiga kualifikasi sekaligus turnamen sisa musim 2020 itu ialah Denmark Open, Asian Open I, dan Asia Open II.

Dari ketiganya, setiap federasi diperbolehkan memilih antara mengikuti regional Eropa dan Asia. PBSI telah memutuskan akan turun di dua turnamen Asia, setelah sebelumnya absen di Denmark Open.

Baca juga: Cari Calon Ketum PBSI, Tim Penjaringan Beberkan Syarat Ini
Bukan tanpa alasan PBSI menentukan demikian. Keselamatan dan kesehatan atlet masih menjadi prioritas dalam menentukan pengiriman pemain ke turnamen. Hal itu dipertegas langsung oleh Sekretaris Jenderal PBSI, Achmad Budiharto.

“Kami merencanakan ikut karena kami anggap bahwa penanganan keselamatan ini sudah sesuai dengan harapan kami,” kata Budiharto, usai jumpa pers di Hotel Santika, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Selasa (13/10/2020).

“Kalau yang di Denmark mohon maaf, penanganannya masih banyak celah. Selain itu, perjalanan cukup panjang, ketakutan kami terpapar cukup tinggi, apalagi kami bersama dengan penumpang umum,” dia menjelaskan.

“Sementara itu kalau di Thailand, kami berencana charter pesawat. Agak sombong sedikit,” lanjutnya berkelakar.

Baca juga: Jadwal 2021 Padat, PBSI Fokus Kirim Atlet yang Butuh Poin Olimpiade
Terpisah, Kepala bidang Pembinaan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, mengatakan saat ini para pebulutangkis di pelatnas terus mempersiapkan diri jelang bertanding tahun depan.

“Mereka (atlet) siap bertanding dan pelatnas masih terus berjalan,” ungkapnya melalui pesan singkat kepada detikSport.

Menyoal koordinasi dengan pemerintah terkait pengiriman atlet ke luar negeri di tengah pandemi, Susy mengklaim telah berkoordinasi dengan Kemenpora. “Kami sudah laporkan semua kegiatan kami ke Kemenpora.”(dtc/bas)