Pasar Mobil Masih Lesu, Grup Astra Pilih Pertahankan Pangsa Pasar

103

Beritaindonesiasatu, JAKARTA – Meski bisnis otomotif diprediksi bakal melemah tahun ini, namun grup Astra masih tetap berusaha mempertahankan pangsa pasarnya di dalam negeri.

Salah satunya lewat entitas di bawah naungan grup, PT Toyota-Astra Motor (TAM) yang bertindak sebagai Agen Pemegang Merek (APM) mobil Toyota.

Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) mengatakan selama pandemi ini, market mobil memang terpukul terutama di periode April-Mei.

“Namun bulan berikutnya sudah mulai membaik, kami berharap secara gradually setiap bulan tetap naik,” katanya dalam workshop virtual Astra, Selasa (29/9).

Ia menambahkan dari sisi perolehan pangsa pasar, Toyota masih nomor satu di periode Januari-Agustus 2020 ini dengan perolehan 31,7% dari penjualan ritel nasional yang tercatat di periode itu sebanyak 364.034 unit.

Posisi tersebut menurut Anton menguatkan brand Toyota, di mana pada periode yang sama tahun lalu pangsa pasar TAM mencapai 31,4%.

Manajemen menilai, Toyota masih dapat memimpin pangsa pasar mobil nasional meskipun penjualan di pasaran terus menyusut.

Anton mengutip dari proyeksi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) bahwa penjualan mobil tahun ini akan susut 40% secara tahunan menjadi 600.000 unit saja.

“Namun pasar belakangan ini jauh dari harapan, mungkin saja proyeksi tersebut tidak sampai. Mungkin pasar mobil tahun ini bisa dikisaran level 500.000 unit ke atas, kami berharap gap nya tidak terlalu besar dari kisaran itu,” tutur Anton.

Untuk itu kata Anton perusahaan fokus pada menjaga perolehan pangsa pasarnya di tahun ini ketimbang menargetkan pertumbuhan penjualan.

Kiat perusahaan mendorong pasar salah satunya dengan meluncurkan beberapa produk baru mulai dari Innova TRD, Corolla Cross Hybrid hingga yang terbaru GR Supra. Anton menyebutkan masih akan ada kejutan lain dari Toyota dari sisi produk untuk menggairahkan pasar.

Selain itu APM juga melihat kebutuhan akan layanan purnajual tetap ada selama pandemi, maka TAM menggalakkan program service mobile dari rumah ke rumah serta peningkatan berbagai layanan digital.

Menilik laporan keuangan PT Astra International Tbk di semester pertama tahun ini, segmen bisnis otomotif menjadi penyumbang besar bisnis Grup Astra sebanyak Rp 33,42 triliun.

Namun perolehan tersebut menurun 33% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatatkan pendapatan Rp 50,38 triliun. (knt/bas)