Panthera Tigris Sumatrae Keluar Habitat di Langkat

85

Beritaindonesiasatu, Langkat – Petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara mendapatkan rekaman visual harimau Sumatera di kawasan Desa Lau Demak Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat. Harimau ini diduga sebagai pemangsa hewan ternak warga beberapa waktu lalu. Selasa ( 29/12/2020).

Dalam rekaman kamera trap yang dipasang Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam  (BKSDA) Sumatera Utara baru baru ini  menemukan rekaman visual harimau Sumatera atau  Panthera Tigris Sumatrae. Hewan ini terlihat telah keluar dari habitatnya di Taman Nasional Gunung Leuser dan memangsa ternak warga. Sehingga untuk mengantisipasi konflik harimau dan manusia tim Balai Besar akan mengobservasi penyebabnya.

“Lokus tempat terjadinya penyerangan dua ekor sapi berjarak 150 Meter dari Desa Lau Damak, kalau dari fungsi kawasannya masuk dalam APT, atau dari TNGL lebih kurang 2 kilometer, Ujar Mustafa Imran Lubis Kepala Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe.

Untuk mengantisipasi kembalinya harimau ini, tim Lembaga konservasi yayasan Yahua dan  Wildlife Conservation Society sudah memasang alat pengusiran, dan kembali memasang kamera trap, namun untuk sementara belum ada tanda tanda kembali.

“Sampai saat ini tanda tanda kembalinya harimau belum ada karena ada sisa bangkai yang masih bertahan dilokasi, tim masih aktif melakukan pengusirang dengan memasang alat agar harimau tidak kembali, tambahnya.

Lembaga konservasi yayasan Yahua dan  Wildlife Conservation Society, dalam video yang dipasang tanggal 25 desember dan diambil 27 desember di desa lau damak/ terlihat aktivitas seekor harimau sumatera memangsa ternak milik warga.

Harimau Sumatra ini  oleh undang-undang nomor  5  tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Panthera Tigris Sumatrae  ini juga masuk dalam daftar merah atau terancam punah versi  International Union For Conservation of nature (IUCN). Jumlahnya di Indonsia diperkirakan tak lebih dari 400 individu.(bas)