Nikmati Libur Panjang di Kawah Wurung Bondowoso dengan Prokes

20

Beritaindonesiasatu.com, Bondowoso – Pandemi COVID-19 tak menyurutkan niat banyak masyarakat untuk menikmati libur panjang. Sejumlah obyek wisata di Bondowoso tetap dibanjiri pengunjung.

Dilokasi di Kawah Wurung Bondowoso misalnya, puluhan wisatawan dari berbagai kota tetap mendatangi obyek wisata berjuluk Highland Paradise ini.

Dengan menggunakan kendaraan kendaraan roda empat dan roda dua, mereka datang dari luar kota. Hal itu terlihat dari plat nomor kendaraan yang dikendarai. Misalnya, plat nomor DK (Bali), N (Malang), L (Surabaya), hingga B (Jakarta).

Mereka datang bersama rombongan. Untuk kendaraan roda dua kebanyakan berasal dari wilayah Bondowoso, Situbondo, maupun Jember.

Purba yang Indah di Bondowoso
Tak hanya datang untuk sekadar berkunjung lalu balik. Banyak juga di antara mereka yang menginap dan mendirikan tenda di camping ground yang memang disediakan oleh pengelola.

“Mungkin karena memang libur panjang. Wisatawan memanfaatkan untuk rekreasi,” kata Kanit Polisi Pariwisata (Polpar) Polres Bondowoso, Aiptu Sugeng Hariono saat ditemui di lokasi.

Akibatnya, imbuh Sugeng, pihaknya harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat pada setiap pengunjung yang datang. Yakni dengan mengharuskan cuci tangan dulu sebelum pengunjung masuk lokasi. Pun menyediakan masker.

“Semua anggota tim dibekali tas berisi masker. Begitu melihat ada pengunjung tak bermasker, langsung kami hampiri dan kami beri masker,” imbuh Sugeng.

Polisi khusus pariwisata itu terus bergerak berpatroli ke sejumlah titik yang ada di obyek wisata. Memastikan agar pengunjung tetap menjaga protokol kesehatan COVID-19.

Obyek wisata andalan Bondowoso, yakni Kawah Wurung tetap jadi jujukan wisatawan saat libur panjang. Mereka berasal dari berbagai daerah. Kawah Wurung biasanya jadi kunjungan wisatawan yang hendak dan pulang dari Kawah Ijen.

Terlebih, pekan ini terdapat libur karena tanggal merah hari peringatan Isra Mi’raj yang kemudian disambung libur Hari Nyepi. Libur panjang itu dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata. Kendati masih pandemi COVID-19.(dtc/bas)