Nataru, Penumpang Bus di Sumut akan Menurun 70 Persen

212

Beritaindonesiasatu, Medan – Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, jumlah penumpang bus ALS pada momen libur dan Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun ini diperkirakan akan mengalami penurunan.

Hal tersebut tampak dari jumlah pemesanan tiket hingga H-4 Natal tahun ini. Humas ALS Alwi mengatakan jika dibandingkan dengan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, diperkirakan akan terjadi penurunan penumpang hingga 70 persen.

Namun bila dibandingkan dengan hari biasa selama masa pandemi Covid-19, ia memperkirakan akan ada kenaikan jumlah penumpang.

“Jika dibandingkan dengan hari biasa selama masa pandemi Covid-19, ada peningkatan penumpang sekitar 20 persen. Kenaikan itu hanya penumpang untuk tujuan Sumatera Barat dan Mandailing Natal,” katanya

Dikatakannya, ada beberapa hal yang mengakibatkan turunnya jumlah penumpang bus tahun ini. Diantaranya ekonomi yang masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

Selain itu adanya kewajiban memiliki hasil rapid tes anti gen atau Swab PCR bagi masyarakat yang akan masuk ke Sumut juga mengurangi minat masyarakat untuk berangkat.

“Karena adanya aturan harus punya dokumen rapid anti gen itu tentu banyak calon penumpang kami yang melakukan pembatalan booking. Karena khawatir kalau sudah keluar Sumut harus siapkan dokumen itu yang harganya saja bisa lebih mahal dari pada harga tiket busnya,” katanya

Dirinya berharap ada bantuan yang diberikan kepada para calon penumpang untuk dokumen rapid test anti gen tersebut. Sehingga bisa memicu minat masyarakat untuk bepergian.

“Paling tidak diberilah kemudahan untuk penumpang itu. Misalnya pemerintah memberikan tes gratis atau potongan harga agar tidak terlalu memberatkan masyarakat yang akan melakukan perjalanan,” katanya.

Meski begitu pihaknya tetap melakukan persiapan agar bisa memberikan layanan kepada calon penumpang.

“Untuk Natal dan Tahun Baru ini kita sudah menyiapkan armada baik kesiapan maintenance nya dan juga kesiapan awak armadanya,” katanya.

Sementara untuk penambahan jumlah armada belum dilakukan hingga saat ini. Hal ini mengingat belum ada tanda-tanda akan naiknya jumlah penumpang di momen Natal dan Tahun Baru kali ini.

“Penambahan armada belum kita lakukan karena yang reguler saja belum bisa kita penuhi kapasitas jumlah penumpangnya,” katanya.

Dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, pihaknya tetap melakukan protokol kesehatan. Selain itu dari sisi kebersihan bus juga selalu disemprot dengan desinfektan sebelum berangkat.

“Penumpang diwajibkan untuk menggunakan masker selama perjalanan. Selain itu wajib menggunakan hand sanitizer yang dibawa sendiri atau yang kita siapkan juga di bus. Sebelum naik ke bus, penumpang juga wajib mencuci tangan,” katanya.

Seorang penumpang tujuan Penyabungan Mandailing Natal, Novita mengatakan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, penumpang tahun ini terbilang lebih sedikit. Ia lebih mudah mendapatkan tiket tahun ini.

“Tahun lalu aku mau pulang seminggu sebelum Natal saja sudah susah dapat tiketnya. Harganya juga naik. Kalau tahun ini aku mudah dapat tiket harganya juga biasa saja,” katanya.(trb/bas)