Mini Lockdown di Nilai Efektif Tekan Penularan Covid-19

115

Beritaindonesiasatu Jakarta – Presiden Joko Widodo memerintahkan kepala daerah untuk menerapkan mini lockdown atau karantina wilayah terbatas. Menurutnya, penerapan mini lockdown dinilai lebih efektif menekan penularan Covid-19.

“Mini lockdown berulang akan lebih efektif. Jangan sampai kita generalisir satu kota, satu kabupaten, apalagi satu provinsi. Ini akan merugikan banyak orang,” ujar Jokowi.

Jokowi menilai, mini lockdown dapat diterapkan mulai tingkat kampung hingga perkantoran. Cara tersebut diyakininya dapat menekan angka penularan Covid-19.

Lebih jauh Jokowi meminta Komite Penanganan Covid-19 untuk menyampaikan pada kepala daerah untuk menerapkan mini lockdown. “Ini agar disampaikan ke provinsi, kabupaten, kota untuk pembatasan secara mikro baik di tingkat desa, RT, RW, kantor, itu lebih efektif,” katanya.

Seperti diketahui, sejumlah wilayah kembali menerapkan PSBB kembali, salah satunya DKI Jakarta. Keputusan PSBB kembali diterapkan lantaran angka positif Covid-19 di Jakarta yang makin tinggi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan kembali memperpanjang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Perpanjangan PSBB tersebut termaktub dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 959 Tahun 2020.

PSBB yang diperketat akan diperpanjang selama dua pekan ke depan. Terhitung sejak tanggal 28 September hingga 11 Oktober 2020.

Menurut Anies, keputusan kembali memperpanjang masa PSBB lantaran angka positif Covid-19 di Ibu Kota yang masih tinggi. Oleh karena itu, bila PSBB dilonggarkan kemungkinan akan kembali terjadi lonjakan angka positif Covid-19.

“Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta, perlu dilakukan perpanjangan pembatasan selama 14 hari berikutnya jika kasus belum menurun secara signifikan,” ujar Anies dalam keterangan tertulisnya (Re/reptv)