Mengaku Peneliti, Dua Wanita Ditangkap Kasus Dugaan Penggelapan Puluhan Kamera

24

Beritaindonesiasatu.com, Medan – Setelah beberapa bulan sempat menggemparkan warga di kota Medan dalam kasus dugaan penggelapan. Dua wanita asal kota Medan akhirnya diringkus Polisi. Kamis (18/3/2021)

Mereka selalu mengaku dari satu lembaga penelitian untuk mengelabui korban korbannya.

Aksi ini akhirnya terbongkar setelah pemilik kamera melaporkan pada Polisi. Penipuan dan penggelapan akhirnya ditangkap petugas Unit Pidum Sat Reskrim Polrestabes Medan.

Kedua tersangka yakni PRS (27) warga Jalan Anggrek, Kelurahan Helvetia Tengah, Kecamatan Medan Helvetia, dan AR (28) warga Jalan Karangjambe, Kecamatan Wanadadi, Jawa Tengah. Mereka ditangkap petugas saat berada di Jalan Teuku Cik Ditiro, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Baru belum lama ini.

“Keduanya sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Penyidik masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman,” kata Kanit Pidm Sat Reskrim Polrestabes Medan Iptu Ardian Yunan.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti di antaranya satu rangkap surat sewa menyewa kamera dan laptop, satu rangkap berita acara serah terima kamera, dan satu rangkap kontrak kerja LIPI yang diduga palsu.

Namun, Ardian tak menjelaskan lebih lanjut apakah pihaknya ada menyita barang bukti kamera dan laptop hasil kejahatan dari kedua tersangka ini.

Kasus ini masih pendalaman, dari informasi sementara, para pelaku selalu mengatasnamakan peneliti dari suatu lembaga yang membutuhkan alat seperti kamera dan laptop untuk disewa. Namun sampai beberapa bulan alat alat pinjaman tersebut tidak kunjung dikembalikan sesuai perjanjian, korban disebutkan sudah banyak. (bas)