Mekopolhukam : Masyarakat Beda Keyakinan Diminta Tidak Saling Benci

29

Beritaindonesiasatu.com, Jakarta – Masyarakat yang berbeda keyakinan tak saling membenci atau bertengkar satu sama lain. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengingatkan Semua agama pada dasarnya selalu mengajarkan kebaikan. Jumat (19/3/2021).

Alih-alih membenci pihak yang berbeda keyakinan, menurutnya masyarakat justru lebih perlu melawan ketidakadilan dan mereka yang melakukan korupsi.

“Kita tidak perlu membenci orang lain karena perbedaan agama. Yang harus kita lawan adalah ketidakadilan. Agama apapun setuju melawan ketidakadilan,” kata Mahfud dalam keterangan tertulis.

Tak hanya ketidakadilan, Mahfud juga menyebut mestinya yang dibenci adalah para pelaku korupsi. Bukan orang yang berbeda agama.

Menurutnya, semua penganut agama wajar jika membenci orang yang melakukan tindak pidana korupsi dan merugikan masyarakat luas.

“Yang harus kita lawan adalah perilaku korupsi. Orang Islam, Kristen, Konghucu, Budha, Hindu benci pasti sama orang-orang korupsi, bahkan orang korupsi sama orang korupsi lainnya juga benci kok,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Mahfud menjelaskan bahwa agama di Indonesia dilindungi oleh negara. Apalagi Sila Pertama Pancasila yang merupakan dasar negara Indonesia bicara tentang Ketuhanan

Dilansir CNNIndonesia, Dia juga mengingatkan perihal islam yang kerap diidentikkan dengan kasus terorisme. Dia menegaskan Islam, yang notabene menjadi agama mayoritas di Indonesia, bukanlah agama teror.

“Islam bukan agama teror. Indonesia 87 persen beragama Islam, tapi kalau ada teroris yang kebetulan beragama Islam itu hanya beberapa gelintir orang. Islam adalah agama kedamaian,” katanya.

“Mari bersama bangun bangsa dan negara ini berdasarkan sikap toleran terhadap perbedaan. Kita merdeka karena bersatu di dalam perbedaan dan akan maju karena bersatu,” sambung Mahfud.(bas)