Masyarakat Diminta Lapor & Tak Sebarluaskan Konten Berhubungan FPI

71

Beritaindonesiasatu, Jakarta – Beredar maklumat Kapolri usai pemerintah melarang segala kegiatan dan atribut Front Pembela Islam (FPI). Maklumat bernomor: Mak/1/I/2021 ditandatangani Kapolri Jenderal Idham Azis tertanggal hari ini 1 Januari 2021.

Saat dikonfirmasi, Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Ahmad Ramadhan, mengatakan soal maklumat Kapolri tersebut akan dijelaskan siang ini.

“Abis Jumatan akan disampaikan oleh Kadiv Humas,” katanya saat dihubungi merdeka.com, Jumat (1/1).

Maklumat tersebut berisi empat poin. Pada poin kedua dijelaskan maklumat ini untuk memberikan perlindungan dan menjamin keamanan serta keselamatan masyarakat setelah keputusan pemerintah sebelumnya.

“Guna memberikan perlindungan dan menjamin keamanan serta keselamatan masyarakat pascadikeluarkan keputusan bersama tentang Larangan Kegiatan, Penggunaan Simbol dan atribut serta Penghentian Kegiatan Front Pembela Islam (FPI).”

Sejumlah tujuan dari dikeluarkannya maklumat ini juga disampaikan. Antara lain agar:

a. Masyarakat tidak terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam mendukung dan memfasilitasi kegiatan serta menggunakan simbol dan atribut FPI;
b. Masyarakat segera melaporkan kepada aparat yang berwenang apabila menemukan kegiatan, simbol, dan atribut FPI serta tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum;
c. Mengedepankan Satpol PP dengan didukung sepenuhnya oleh TNI–Polri untuk melakukan penertiban di lokasi-lokasi yang terpasang spanduk/banner, atribut, pamflet, dan hal lainnya terkait FPI; dan
d. Masyarakat tidak mengakses, mengunggah, dan menyebarluaskan konten terkait FPIbaik melalui website maupun media sosial.

Apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, ataupun diskresi Kepolisian.

“Demikian maklumat ini, untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.”(mrdk/bas)