Massa FPI Mulai Berdatangan ke Kedubes Prancis, Bawa Mobil Komando

50

Beritaindonesiasatu, Jakarta – Massa dari Front Pembela Islam (FPI) mulai berdatangan ke depan Kedutaan Besar (Kedubes) Prancis. Massa datang membawa mobil komando ke Kedubes Prancis.

Di depan gedung Kedubes Prancis, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat (Jakpus), massa FPI tiba pada pukul 11.18 WIB. Selain mobil komando, mereka juga menggunakan sepeda motor untuk menuju ke Kedubes Prancis.

Mayoritas massa FPI yang akan mendemo Kedubes Prancis mengenakan pakaian warna putih. Belum nampak adanya orasi dari aksi ini. Massa masih nampak bersiap-siap untuk melakukan aksi di depan gedung Kedubes Prancis.

Massa Front Pembela Islam (FPI) mulai berdatangan ke depan gedung Kedubes Prancis, Jakpus, Senin (2/11/2020). Foto: Massa FPI mulai berdatangan ke Kedubes Prancis, Senin (2/11/2020) (Farih/detikcom)

Sementara itu, polisi nampak masih bersiaga di sekitar Kedubes Prancis. Kendaraan taktis untuk mengamankan demo telah disiagakan.

Sedangkan arus lalu lintas (lalin) di Jalan MH Thamrin yang menuju ke arah Bundaran Hotel Indonesia telah ditutup di depan Kedubes Prancis. Polisi memasang kawat berduri dan beton barrier.

Sebelumnya, Persaudaraan Alumni (PA) 212 Ustaz Haikal Hassan mengajak umat Islam berdemonstrasi di Kedubes Prancis, di Jakpus. Dia mengatakan PA 212 sedang menggalang pihak-pihak yang akan berdemo pada awal pekan depan.

“Sedang digalang. Ya (PA 212) turun,” kata Haikal saat dimintai konfirmasi, Jumat (30/10).

Pemimpin FPI Habib Rizieq Syihab (HRS) juga menyerukan kepada umat Islam untuk ikut dalam aksi membela Nabi Muhammad SAW. Apa kata Habib Rizieq?

Habib Rizieq Syihab menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk mengikuti aksi bela Nabi Muhammad SAW. Aksi digelar di Jakarta dan Bandung dalam waktu yang berbeda.

“Saya serukan semuanya untuk aksi 211 (2 November) di Jakarta dan aksi 411 (4 November) di Kota Bandung untuk membela Nabi Muhammad SAW yang telah dihinakan, dilecehkan oleh Presiden Prancis, yang dihinakan dilecehkan oleh sebagian masyarakat Prancis, oleh media-media Prancis,” kata Habib Rizieq dalam akun YouTube Front TV, Minggu (1/11/2020)

Rizieq menegaskan jangan pernah diam jika Nabi Muhammad SAW dihina. Dia mengajak seluruh umat Islam untuk menunjukkan kecintaan dan pembelaan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Jangan pernah berikan ruang sekecil apa pun, kepada siapa pun yang ingin merendahkan melecehkan Nabi kita Sayyiduna Muhammad SAW,” ujar Rizieq.(dtc/bas)