Massa Buruh Mulai Berkumpul, Akses Menuju Istana Ditutup

81

Beritaindonesiasatu, Jakarta – Puluhan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik Mesin Serikat Pekerjaan Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) mulai berkumpul di sekitar Patung Arjunawiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (28/10) pagi. Mereka akan menggelar demo menolak Omnibus Law UU Ciptaker.

Pantauan diloker mereka mulai berdatangan sejak pukul 09.00 WIB. Satu mobil komando terlihat mengiringi kedatangan mereka.

Imbas kedatangan ini, aparat kepolisian lalu mulai menutup akses jalan menuju Istana Kepresidenan dengan kawat berduri dan beton pembatas. Penutupan dilakukan sekitar pukul 09.15 WIB.

Kawat berduri dan beton dipasang di Jalan Medan Merdeka Barat, tepatnya di depan Gedung Sapta Pesona. Beberapa kendaraan taktis juga terlihat disiagakan di sekitar jalan tersebut.

Arus lalu lintas pun sepenuhnya telah ditutup, baik dari arah Jalan MH Thamrin menuju Jalan Medan Merdeka Barat, maupun sebaliknya.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya diketahui telah menyiapkan pengalihan arus lalu lintas dalam rangka aksi demo tolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja hari ini.

Selain di sekitar Istana Kepresidenan, pengalihan juga dilakukan di sekitar Gedung DPR, dan di sekitar Tugu Proklamasi. Adapun pengalihan arus yang disiapkan itu bersifat situasional.

Aksi turun ke jalan yang dilakukan buruh pada hari ini adalah kesekian kalinya usai DPR dan Pemerintah mengesahkan Omnibus Law Cipta Kerja. Selain buruh, beberapa elemen masyarakat lainnya juga turut dalam aksi demonstrasi.

Dalam aksinya, mereka meminta Presiden mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) untuk membatalkan Omnibus Law Cipta kerja.
(cnn/bas)