Masa Berlaku Hasil Tes Swab PCR Bagi Wisatawan di Bali Dilonggarkan

83

Beritaindonesiasatu, Bali – Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengatakan adanya pelonggaran kebijakan masa berlaku hasil tes swab PCR bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali. Sebelumnya dalam SE Gubernur disebutkan wisatawan yang datang ke Bali menggunakan transportasi udara, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR, minimal 2 x 24 jam atau H-2, sebelum keberangkatan.

“Jadi pada rapat tadi, disesuaikan menjadi maksimal H-7 para PPDN yang melakukan perjalanan dengan transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR,” kata Indra saat konferensi pers di Ruang Rapat Sandat, Kantor Diskominfo Provinsi Bali.

Rapat koordinasi dalam rangka Hari Natal dan menyambut Tahun Baru yang dipimpin langsung Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan melalui video conference dan diikuti Gubernur Bali Wayan Koster.

“Dari rapat itu diberlakukan penyesuaian yang disepakati dengan 3 point utama yaitu Pertama, ketentuan tentang pengendalian perjalanan libur Natal dan Tahun Baru berlaku mulai 19 Desember 2020, jadi surat edaran Nomor 2021 Tahun 2020 tentang pelaksanaan kegiatan masyarakat selama libur Hari Raya Natal dan menyambut Tahun Baru 2021 dalam tatanan kehidupan era baru di Provinsi Bali berlaku tanggal 19 Desember 2020,” terangnya.

Kedua yaitu perihal adanya perubahan aturan terkait masa berlaku tes swab PCR. Kemudian ketiga adalah terkait wisatawan yang mendapat pengecualian terkait tes Covid-19.

“Ketiga, ada pengecualian-pengecualian di dalam persyaratan ini, pengecualiannya adalah untuk penumpang yang berusia 12 tahun ke bawah, atau di bawah 12 tahun maka dikecualikan dari hasil tes PCR atau antigen,” imbuh Indra.

Indra mengungkapkan, dalam rapat dengan Forkominda Se-Bali dan Sekda Se-Bali dengan menghadirkan instansi terkait, Rabu (16/12), ada beberapa hal yang dipertimbangkan dari kewajiban tes PCR, yaitu para penumpang pesawat transit di Bandara Ngurah Rai Bali, lalu terbang lagi keluar Bali, maka hal ini dikecualikan. Selanjutnya, untuk kru pesawat yang tidak turun ke Bali juga dikecualikan.

“Dan penumpang yang berasal dari daerah yang tidak ada fasilitas tes PCR-nya, maka itu diizinkan masuk Bali dengan catatan setiba masuk Bali, petugas akan mengarahkan penumpang tersebut untuk ikut tes PCR atau antigen,” ujar Indra. (mrdk/bas)