Longsor 10 Meter, Jalur Lumajang-Malang Dilakukan Sistem Buka Tutup

75

Beritaindonesiasatu, Lumajang – Tebing setinggi 10 meter di KM 43 Desa Oro-oro Ombo Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, longsor. Material longsor menutup badan jalan. Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, Senin (2/11/2020).

Longsor ini terjadi setelah kawasan tersebut diguyur hujan sejak Minggu (1/11/2020) malam. Akibatnya tebing tidak kuat menahan air sehingga terjadi terjadi longsor. Beruntung tidak ada korban dalam kejadian ini.

“Penyebab tanah longsor ini karena hujan selama satu malam, sehingga tebing tak mampu menahan air sehingga terjadi longsor alhamdulilah tidak ada korban,” kata KBO Satlantas Polres Lumajang Iptu Maryanto kepada detikcom, Senin (2/11/2020).

Meski tidak ada korban, namun material longsor menutup badan jalan sehingga mengakibatkan jalur lalu lintas dua kabupaten yakni Lumajang-Malang tertutup longsor. Sejumlah anggota BPBD, TNI-Polri dibantu warga berusaha membersihkan material longsor menggunakan alat seadanya. Sambil menunggu alat berat BPBD ke lokasi untuk membersihkan material longsor.

“Tanah longsor ini mengakibatkan jalur lintas selatan Lumajang-Malang tertutup tanah longsor. Namun setelah dilakukan pembersihan dengan alat seadanya, arus lalu lintas bisa dilakukan sistem buka tutup,” ungkapnya.

Hingga kini arus lalu lintas masih dilakukan buka tutup. Meskipun dilakukan buka tutup, pengendara jalan harus ekstra hati-hati karena kondisi jalan licin.

“Tanah longsor ini mengganggu pengendara jalan, karena masih licin. Dan arus lalu lintas masih dilakukan buka tutup,” ujar salah satu warga, Suparno.(dtc/bas)