Ledakan di Pabrik Kimia Cilegon, Bukan Bom

70

Beritaindonesiasatu, Cilegon – Kapolda Banten Irjen Fiandar mengecek lokasi ledakan di Pabrik Cilegon yang menyebabkan 2 karyawan PT Dover Chemicals terluka. Fiandar menyebut ledakan itu bukan berasal dari bom atau sabotase.

“Kesimpulannya untuk sementara bahwa ini bukan ledakan bom, bukan sabotase dan lain sebagainya hanya kecelakaan dari alat produksi aja yang masih diinvestigasi di mana titik lemahnya,” kata Fiandar kepada wartawan di Cilegon, Rabu (23/12/2020).

Korban luka saat ini sudah pulang ke rumahnya masing-masing. Fiandar menyebut korban hanya mengalami syok karena ledakan yang cukup keras. Dua korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

“Korban tidak ada yang luka berat apalagi meninggal hanya luka ringan karena dia syok mungkin, dan tindakan pertama kalau ada kejadian itu kan pasti dibawa ke rumah sakit, ternyata rekomendasi dokter tidak perlu dirawat berarti tidak serius lukanya, beres,” ujarnya.

Fiandar menegaskan ledakan itu bukan berasal dari benda asing seperti bom atau hal-hal yang bersangkutan dengan sabotase. Kesimpulan sementara polisi ledakan terjadi akibat tekanan tinggi pada mesin produksi.

“Saya untuk meyakinkan seperti apa ledakannya, kalau untuk menyatakan bukan bom saya harus lihat sendiri dong lokasi seperti apa, dan memang itu alat produksi yang memang menampung sesuatu yang panas dan tekanan tinggi,” kata dia.

Sebelumnya, peristiwa ledakan terjadi sekitar pukul 12.45 WIB, Selasa (22/12). Ledakan diduga berasal dari area produksi. Polisi menyampaikan ledakan terjadi diduga akibat kelebihan tekanan uap mesin reaktor.

“Diduga karena tekanan uap mesin reaktor terlalu over sehingga terjadi ledakan yang mengakibatkan atap bagian produksi rusak dan 2 karyawan luka,” kata Paursubbad Humas Polres Cilegon, Iptu Sigit Dermawan.(dtc/bas)