Langgar Prokes Covid-19 Manager Waterpark Jadi Tersangka

88

Beritaindonesiasatu Medan – Sat Reskrim Polrestabes Medan menetapkan General Manager (GM) Taman Rekreasi Air Hairos berinisial ES sebagai tersangka. ES ditetapkan sebagai tersangka karena kegiatan mengumpulkan orang yang dilakukan pihak manajemen diketahui tidak mendapat izin dari tim gugus tugas Covid-19 Deli Serdang dan melanggar protokol kesehatan.

Waka Polrestabes, AKBP Irsan Sinuhaji mengatakan bahwa belum lama ini, tim mendapat informasi yang sempat viral adanya masyarakat yang berkumpul tidak mematuhi protokol kesehatan di Taman Rekreasi Air Hairos Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Pancur Batu.

“Menindaklanjuti informasi yang viral itu, tim kita menemui pihak manajemen untuk mengumpulkan keterangan,” katanya didampingi Kasat Reskrim, Kompol Martuasah Tobing saat paparan di Mapolrestabes Medan, Jumat (2/10).

Menurut Irsan, dari hasil interogasi didapat kesimpulan, kegiatan live DJ yang mengumpulkan banyak orang tersebut tidak mendapat izin rekomendasi dari gugus tugas Covid-19 Deli Serdang.

“Pihak manajemen menurunkan harga tiket masuk yang seharusnya Rp 45 ribu menjadi Rp 22.500 untuk menarik minat pengunjung,” ucapnya.

Irsan menjelaskan bahwa pada saat di lokasi para pengunjung juga tidak dilakukan physical distancing atau pembatasan fisik. Padahal, saat itu jumlah pengunjung membludak sampai 2.800 orang.

“Pihak manajemen juga tidak ada melakukan penyemprotan disinfektan secara rutin. Begitu juga dengan izin keramaian dari pihak kepolisian,” jelasnya.

Soal izin keramaian, Wakapolrestabes mengungkapkan bahwa saat ini Tim Propam Polrestabes juga sedang memintai keterangan Kapolsek Pancur Batu, Kanit Intel dan petugas piket.

“Kami terus berkordinasi dengan satgas Covid-19 Deli Serdang. Untuk kasus ini, tersangka tidak ditahan, namun tidak menutup kemungkinan ada tersangka tambahan. Sedangkan untuk Hairos sudah disegel sejak kemarin,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, tersangka melanggar Pasal 93 junto pasal 9 ayat 1 Undang-Undang (UU) RI Nomor 5 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan junto Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 107 Menkes/382 Tahun 2020 tentang protokol kesehatan bagi masyarakat dan fasilitas mencegah Covid-19 dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara.(Re/D’costa)