Lama Hilang Saat Tsunami Aceh, Personel Polisi Ditemukan

76

Beritaindonesiasatu.com, Aceh – Seorang anggota polisi yang dulu hilang saat tsunami terjadi di Aceh pada 2004 dikabarkan telah ditemukan kembali di rumah sakit jiwa (RSJ) Banda Aceh. Akan tetapi, Polda Aceh akan melakukan tes DNA terlebih dahulu untuk memastikan kebenarannya.

“Pasien ini akan dilakukan tes DNA, sidik jari dan pengenalan tanda lahirnya,” kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy saat dikonfirmasi, Kamis (18/3).

Anggota polisi yang dimaksud bernama Bharaka Zainal Abidin alias Asep. Kabar Asep ditemukan sebagai pasien di Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh pertama kali beredar di media sosial.

Asep disebut telah menjadi pasien sejak 2009 lalu. Sempat menuju Desa Fajar untuk tinggal tapi ditolak warga hingga akhirnya dikembalikan ke RSJ.

Dalam akun Instagram @ndorobeii dijelaskan bahwa Asep merupakan lulusan tamtama Polri 1999/2000. Saat bertugas di Aceh, dia masih menjadi Bhayangkara Muda dan menyemat pangkat sebagai Ajun Brigadir Polisi (Abrip).

Kala itu dia ditugaskan sebagai Bantuan Keamanan Operasional Brimob Resimen II Kedung Halang Bogor ke Polda Aceh. Dia ditempatkan di Poskotis Brimob Peukan Banda Aceh tahun 2004 ketika masih ada kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Hingga kemudian, tsunami menerjang Aceh dan sekitarnya. Asep dinyatakan hilang

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy mengatakan pihaknya saat ini berkoordinasi dengan keluarga korban yang berada di wilayah Jawa Barat. Belum ada kesimpulan yang didapat oleh kepolisian mengenai informasi tersebut. Polda Aceh akan menyampaikan kebenaran informasi itu lebih lanjut.

“Info adanya pasien RSJ yang diduga personel Polri tersebut berawal dari informasi yang beredar lewat medsos melalui pesan di group WA personel Polri dan selanjutnya Personel Polda Aceh melakukan cross check ke RSJ, Banda Aceh,” kata dia.(cnn/bas)