KPU Medan Terima Laporan LPSDK Dua Paslon

55

Beritaindonesiasatu Medan – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan telah menerima laporan penerimaan sumbangan dana kampanye (LPSDK) dari dua pasang calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan.

Berdasarkan pengumuman KPU Medan nomor 1092/PL.02.5-Pu/1271/KPU-Kot/XI/2020 diketahui, pasangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi (AMAN) melaporkan sumbangan dana kampanye mereka sebesar Rp1.035.000.000.

Dalam rincian laporannya, jumlah itu terdiri dari sumbangan pasangan calon Rp100 juta dalam bentuk uang, dan Rp157.800.000 dalam bentuk barang. Selain itu ada pihak lain perseorangan yang menyumbang ke AMAN sebesar Rp 1.025.000 dalam bentuk uang dan Rp 445.030.000 dalam bentuk barang. Sumbangan pihak lain berbadan hukum dalam bentuk uang tunai Rp100 juta.

Sementara itu, untuk Paslon nomor urut 2, Bobby Nasution-Aulia Rachman diketahui melaporkan penerimaan sumbangan dana kampanye yang lebih besar ketimbang AMAN.

Bobby- Aulia dalam laporannya, melaporkan menerima sumbangan sebesar Rp 2,3 miliar yang bersumber dari sumbangan koalisi partai politik Rp 1,5 miliar dan Rp 800 juta dari Paslon.

Anggota KPU Medan Zefrizal mengatakan, setelah menerima LPSDK, maka untuk selanjutnya Paslon juga harus melaporkan Laporan Penerimaan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK). Di mana, LPPDK paling lambat harus dilaporkan 6 Desember atau 3 hari sebelum pemungutan suara pada 9 Desember 2020.

“Kalau lewat atau terlambat dijatuhi sanksi diskualifikasi,” katanya, Selasa (3/11).

Zefrizal juga mengingatkan terkait sanksi tersebut, agar kedua Paslon untuk tepat waktu melaporkan LPPDK tersebut. Selain wajib melaporkan LPPDK, Zefrizal menegaskan ada aturan pembatasan pengeluaran dana kampanye yang harus dipatuhi karena juga bisa didiskualifikasi pelanggarnya.

“Jadi terkait dana kampanye ini ada dua hal yang menyebabkan paslon bisa didiskualifikasi. Pertama terlambat menyerahkan LPPDK. Kedua, mengeluarkan biaya kampanye lebih dari Rp 36 miliar,” jelasnya. (Re/bas)