KPAI Minta PJJ di Gowa Dievaluasi Setelah Ada Siswi Bunuh Diri

109

Beritaindonesiasatu, Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) meminta Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, mengevaluasi pembelajaran jarak jauh ( PJJ) yang dilakukan di wilayahnya. Senin (19/10/2020).

Permintaan tersebut menyusul siswi SMA berinisial MI (16) di Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, tewas akibat bunuh diri. Diduga, MI mengalami depresi akibat banyaknya tugas sekolah selama digelarnya PJJ.

“Perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh dari PJJ di Kabupaten Gowa oleh Dinas Pendidikan dan Pemerintah Daerah sesuai kewenangannya,” ujar Ketua KPAI Retno Listyarti melalui keterangan tertulisnya, Selasa (19/10/2020).

“Kalau SMA/SMK, berarti menjadi kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan,” lanjut dia. Oleh sebab itu, KPAI juga mendorong Polres Gowa agar mendalami kemungkinan lainnya yang menjadi penyebab tewasnya MI.
Berdasarkan informasi yang diterima KPAI, Polres Gowa tengah mendalami faktor lain penyebab tewasnya MI. KPAI pun mengapresiasinya. Menurut Retno kemungkinan lain tersebut sangat penting untuk diungkap.

Sebab, apabila MI meninggal dunia karena terbukti depresi, maka PJJ di area itu didorong untuk dievaluasi. KPAI pun sekaligus menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya salah satu anak bangsa itu. “KPAI menyampaikan duka mendalam atas meninggalkan seorang siswi di kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, yang diduga depresi karena kesulitan belajar daring,” ujar Retno.

Sebelumnya diberitakan, MI (16) ditemukan tewas terbujur kaku di bawah tempat tidurnya pada Sabtu (17/10/2020). Korban tewas diduga karena bunuh diri dengan cara meminum racun rumput.

Alasannya diduga karena depresi dengan banyaknya tugas sekolah yang dilakukan secara daring. Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Jufri Natsir mengatakan, dari hasil penyelidikan yang dilakukan, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat mengeluh kepada rekannya soal tugas sekolah yang menumpuk.

Korban mengaku cukup kesulitan mengerjakan tugas itu lantaran akses internet di sekitar rumahnya sulit. “Penyebab korban bunuh diri (diduga) akibat depresi dengan banyaknya tugas-tugas daring dari sekolahnya dimana korban sering mengeluh kepada rekan-rekan sekolahnya atas sulitnya akses internet di kediamannya yang menyebabkan tugas-tugas daringnya menumpuk” kata Jufri Natsir.(kcm/bas)