Korban Kecelakaan Kapal di Tanjung Pura Belum Ditemukan

80

Beritaindonesiasatu langkat – Kecelakaan kapal tabrakan antara Kapal Pukat Teri dengan Kapal Nelayan Jaring Gembung langsung direspon cepat oleh Personil Siaga Kantor SAR Medan.

Pencarian menggunakan perahun LCR Basarnas dan kapal nelayan dibagi menjadi 4 tim dan menyebar ke beberapa lokasi yang sudah ditetapkan berdasarkan Rencana Operasi SAR.

Berdasarkan laporan Tim dilapangan bahwa pencarian sejak awal dan hari kedua keadaan cuaca dan gelombang masih aman, namun memasuki hari ketiga hingga hari kelima cuaca sudah mulai tidak bersahabat. “Hembusan angin cukup kuat dan gelombang air laut mulai tinggi, kendala ini yang menyulitkan tim dilapangan bahkan di hari keempat dan kelima jarak pandang dilaut tidak bisa jauh karena gelap”. Ucap Danru Basarnas Medan Jiko Purba.

Hingga akhirnya setelah pencarian hari kelima korban juga belum ditemukan, maka tim Basarnas Medan bersama tim SAR gabungan yang terlibat melakukan koordinasi dgn pihak keluarga korban, pihak pemerintah kecamatan dan desa serta stakeholder yg terlibat, dan berdasarkan kesepakatan dan keputusan bersama maka pihak keluarga sudah mengiklaskan korban dan setuju agar operasi SAR dinyatakan ditutup selanjutnya dilakukan pemantauan.

Yaitu bilamana ada warga atau nelayan yg melihat tanda2 korban, makanya Basarnas Medan siap untuk melaksanakan operasi SAR kembali.

Diketahui sebelumnya pada Rabu, 04 November 2020, sekitar pukul 20.00 wib seorang ABK Kapal Nelayan Jaring Gembung hilang dikarenakan kapal yang ditumpangi nya karam setelah bertabrakan dengan Kapal Pukat Teri di Perairan Desa Bubun Tanjung Pura Langkat.(Res/ril)