Korban Banjir di Kecamatan Simpang Empat Asahan, Mulai Diserang Penyakit

41

Beritaindonesiasatu, Asahan – Rumah warga di Dusun IX, Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, terendam banjir setinggi lutut orang dewasa.

Dalam pengakuan Sumarseh, warga Dusun IX yang dijumpai Tribun-Medan.com, banjir sudah terjadi sejak setengah bulan lalu.

“Kalau ini udah setengah bulan lalu, ya gini-gini ajalah. Kalau malam kadang naik,” ujarnya, Rabu (2/12/2020).

Dijelaskannya, selain Dusun IX, terdapat Dusun XIII yang juga tergenang air. Diperkirakan terdapat lebih dari 30 kepala keluarga yang menetap di Dusun XIII.

“Di sana juga ada 30 keluarga lagi itu di sana,” katanya.

Ia menambahkan, akses menuju ke Dusun XIII sudah tidak dapat lagi dilalui kendaraan bermotor dikarenakan jalan sudah terputus akibat tergerus air.

“Ini kalau pagi, di depan rumah banyak sepeda motor yang terparkir. Itu punya warga Dusun XIII,” katanya.

Ia mengaku, saat ini warga Dusun XIII beraktivitas menggunakan perahu milik pribadi.

“Kalau gak punya perahu ya jalan, lewati jalan biasa. Nanti ambil motornya di sini,” katanya.

Katanya, saat ini warga mengeluhkan beragam penyakit dikarenakan genangan banjir tersebut.

“Kutu air, masuk angin, kudis, banyaklah. Tapi yang paling risih itu sama kutu air,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengeluhkan penghasilannya yang menurun karena lahan sawitnya tergenang air.

“Kecil buahnya. Gak ada yang bisa dijual. Inilah kami bingung,” ujarnya.

Ia menyebutkan, banjir di daerahnya dikarenakan tanggul di Sungai Asahan jebol.

Sementara Kepala Desa Simpang Empat, Yafit Ham Marpaung menjelaskan sebelum banjir terjadi, tanggul yang berada di Sungai Asahan memang jebol.

Namun, kata dia, saat ini sudah dibenahi.

“Udah ditempel, ini kalau tanggul jebol Desa Simpang Empat itu sudah seperti lautan. Air bah masuk,” katanya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler.

Lanjutnya, saat ini untuk mengatasi keluhan warga, pihak desa sudah berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Saya hanya bisa melaporkan hal itu ke Camat, dan saya juga sudah lapor ke BPBD Kabupaten Asahan. Saya minta bantuan mereka,” ujarnya.

Namun, ia belum tahu apakah laporan itu sudah ditindaklanjut atau belum.

Saat ini pihaknya sedang membuat penggalangan dana untuk masyarakat yang terdampak banjir.

“Harapannya semoga bantuan-bantuan ke warga cepat terkumpul agar bisa disalurkan secepatnya,” pungkasnya.(trb/bas)